Artikel ditinjau oleh: drg. Destri Shofura
Bau mulut bisa dialami siapa saja. Meski sudah sikat gigi rutin, banyak pasien yang tetap mengalami napas tak sedap. Di klinik The Smile BSD, ini termasuk keluhan yang paling sering masuk, mulai dari remaja, orang dewasa, hingga orang tua.
Menurut drg. Destri Shofura, bau mulut bukan sekadar masalah sepele. Kadang ini jadi tanda awal masalah kesehatan mulut yang perlu ditangani serius.
12 Penyebab Bau Mulut yang Harus Diketahui

Berikut ini beberapa penyebab bau mulut yang wajib kamu ketahui:
1. Karang Gigi
Karang gigi terbentuk dari plak yang mengeras akibat tidak dibersihkan secara rutin. Karang ini menjadi tempat berkembang biak bakteri penghasil gas sulfur yang menimbulkan bau tak sedap. Semakin banyak karang gigi, makin besar risiko bau mulut meski kamu merasa sudah menyikat gigi setiap hari.
Salah satu studi menjelaskan bahwa 90% kasus halitosis berasal dari rongga mulut akibat masalah seperti karang gigi dan kebersihan mulut yang buruk.
2. Gigi Berlubang
Lubang di gigi menjadi tempat sisa makanan terjebak tanpa bisa dibersihkan sempurna. Di dalam lubang itu, bakteri bisa berkembang dan menghasilkan bau busuk yang menyebar ke mulut. Kalau dibiarkan, bau makin kuat dan bisa menyebar meski mulut dalam keadaan tertutup.
Baca juga: Cara Mencegah Gigi Berlubang
3. Radang Gusi
Gingivitis adalah peradangan gusi akibat penumpukan plak yang tidak dibersihkan. Gusi yang meradang bisa berdarah, bengkak, dan menjadi sumber bau tidak sedap. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa berkembang menjadi infeksi yang lebih serius dan memperburuk bau mulut.
4. Lidah Tidak Dibersihkan
Lidah memiliki permukaan bertekstur yang mudah menjadi tempat menempelnya bakteri. Jika tidak dibersihkan secara rutin, bakteri tersebut bisa menghasilkan senyawa penyebab bau mulut. Sikat gigi saja tidak cukup, lidah juga harus dibersihkan setiap hari. Melansir dari Mayo Clinic, bakteri ini memecah protein dan menghasilkan senyawa sulfur volatil (VSCs), sehingga menyebabkan utama bau mulut.
5. Mulut Kering
Mulut kering terjadi ketika produksi air liur menurun, sehingga tidak ada pelindung alami untuk menetralkan bakteri. Kondisi ini sering dialami saat tidur, saat berpuasa, atau karena konsumsi obat-obatan tertentu. Tanpa air liur yang cukup, mulut jadi lebih bau karena bakteri berkembang lebih cepat. American Dental Association bahkan menyebutkan bahwa kurangnya air liur mempercepat pertumbuhan bakteri penyebab bau.
6. Merokok
Zat kimia dalam rokok menempel di mulut, gigi, dan jaringan lunak, meninggalkan bau yang khas dan sulit hilang. Selain itu, merokok menurunkan produksi air liur, mempercepat pembentukan karang gigi, dan merusak jaringan gusi. Kombinasi semua ini bikin napas jadi lebih bau dari biasanya.
7. Konsumsi Makanan Tertentu
Beberapa jenis makanan seperti bawang putih, durian, petai, dan kopi meninggalkan aroma menyengat yang terbawa dalam napas. Bau ini bisa bertahan hingga beberapa jam bahkan setelah menyikat gigi. Aroma dari makanan juga bisa terserap ke dalam aliran darah dan keluar lewat paru-paru saat bernapas.
8. Pola Makan Tidak Teratur
Saat kamu tidak makan dalam waktu lama, produksi air liur menurun dan mulut menjadi kering. Bakteri pun berkembang dengan cepat di lingkungan mulut yang kering ini. Itulah sebabnya saat puasa, bau mulut sering terasa lebih menyengat meski sudah sikat gigi.
9. Pakai Gigi Tiruan atau Behel
Gigi tiruan dan behel bisa memerangkap sisa makanan di sela-sela sempit yang sulit dibersihkan. Jika tidak dibersihkan dengan benar, makanan yang membusuk akan memicu bau tak sedap. Pasien behel juga berisiko lebih tinggi mengalami plak dan radang gusi, sehingga memperburuk kondisi bau mulut.
10. Infeksi Saluran Napas Atas
Pilek, radang amandel, atau sinusitis bisa memicu produksi lendir berlebih di tenggorokan. Lendir ini menjadi tempat berkembangnya bakteri dan jamur, yang kemudian menyebabkan bau tak sedap saat bernapas. Karena letaknya di belakang mulut, bau ini sering tidak bisa diatasi hanya dengan menyikat gigi.
11. Masalah Lambung
GERD bisa menyebabkan cairan lambung naik ke tenggorokan dan mulut, membawa serta bau asam yang khas. Pasien dengan masalah ini sering mengeluhkan napas berbau meski tidak ada masalah gigi. Penanganannya memerlukan kombinasi dokter gigi dan dokter penyakit dalam.
12. Kurang Minum Air Putih
Tubuh yang kekurangan cairan menyebabkan produksi air liur menurun drastis. Tanpa cukup air liur, bakteri mulut berkembang pesat dan menghasilkan bau. Air putih membantu membersihkan mulut secara alami dan menjaga kondisi mulut tetap segar.
5 Cara Mengatasi Bau Mulut

Untuk mengatasi bau mulut, dokter gigi menyarankan:
- Sikat gigi dan lidah 2x sehari dengan teknik yang benar
- Flossing atau pakai benang gigi untuk bersihkan sela-sela
- Scaling atau pembersihan karang gigi setiap 6 bulan
- Periksa gigi berlubang dan tambal secepatnya
- Konsultasi ke dokter gigi, terutama jika bau mulut menetap walau sudah menjaga kebersihan
Konsultasi Bau Mulut di Klinik Gigi The Smile BSD

Jika kamu merasa napas tetap bau meski udah jaga kebersihan mulut, ada kemungkinan masalahnya lebih dalam. Di The Smile Orthodontic BSD, kamu bisa cek kondisi karang gigi, gigi berlubang, radang gusi, hingga pengaruh behel atau gigi palsu yang kamu pakai.
Hubungi admin The Smile BSD via WhatsApp di 087712000300 sekarang untuk cek jadwal dokter!
Referensi:
- American Dental Association. (2020). Bad breath: Causes and treatment. Retrieved from https://www.ada.org/resources/research/science-and-research-institute/oral-health-topics/bad-breath
- Mayo Clinic. (2022). Bad breath (halitosis). Retrieved from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bad-breath/symptoms-causes/syc-20350922
- Scully, C., & Greenman, J. (2012). Halitosis (breath odor). Periodontology 2000, 48(1), 66–75. https://doi.org/10.1111/j.1600-0757.2008.00267.x

