Efek samping setelah scaling gigi yang paling umum adalah gigi terasa sensitif, gusi nyeri, gusi berdarah ringan, dan sedikit bengkak. Keluhan tersebut umumnya bersifat sementara dan membaik dalam beberapa hari.
Setelah pembersihan mendalam atau scaling and root planing, rasa nyeri dapat bertahan sekitar satu sampai dua hari. Sensitivitas gigi dapat berlangsung hingga sekitar satu minggu, meskipun durasinya dapat berbeda pada setiap pasien. Gusi juga dapat terasa lunak, bengkak, atau sedikit berdarah.
Namun, perdarahan yang tidak berhenti, pembengkakan berat, atau nyeri yang semakin parah bukan kondisi yang boleh diabaikan. Keluhan tersebut perlu diperiksa kembali oleh dokter gigi.
Efek Samping Setelah Scaling Gigi

| Keluhan | Apakah umum terjadi? | Perkiraan kondisi | Kapan perlu diperiksa? |
|---|---|---|---|
| Gigi terasa ngilu | Umum | Biasanya sementara | Jika semakin berat atau tidak membaik |
| Gusi nyeri atau lunak | Umum | Biasanya beberapa hari | Jika mengganggu makan atau tidur |
| Gusi berdarah ringan | Dapat terjadi | Seharusnya berkurang | Jika darah banyak atau tidak berhenti |
| Gusi sedikit bengkak | Dapat terjadi | Seharusnya membaik bertahap | Jika bengkak semakin besar |
| Gigi tampak lebih panjang | Dapat terjadi setelah deep cleaning | Akibat pembengkakan gusi berkurang | Jika disertai nyeri atau sensitivitas berat |
| Gigi terasa sedikit goyang | Dapat terjadi pada kasus periodontal | Perlu dipantau | Jika tidak membaik atau semakin goyang |
| Infeksi | Jarang | Bukan pemulihan normal | Segera hubungi dokter gigi |
Berikut ini kita akan membahas beberapa efek samping setelah scaling gigi dan cara mengatasinya berdasarkan panduan dari American Dental Association:
1. Gusi Tidak Nyaman
Salah satu efek samping yang paling umum setelah scaling gigi adalah rasa nyeri atau ketidaknyamanan pada gusi. Hal ini terjadi karena proses scaling melibatkan pengangkatan plak dan karang gigi yang menempel di sekitar gusi. Rasa sakit ini biasanya berlangsung hanya selama beberapa hari dan akan mereda dengan sendirinya.
Cara Mengatasi:
- Gunakan obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau acetaminophen untuk mengurangi rasa sakit.
- Berkumur dengan air garam hangat untuk membantu meredakan nyeri pada gusi.
- Hindari makanan yang terlalu keras atau pedas, karena dapat memperparah ketidaknyamanan.
2. Gigi Lebih Sensitif
Efek samping lain yang cukup sering muncul adalah meningkatnya sensitivitas pada gigi. Sensitivitas ini bisa terjadi terutama saat mengonsumsi makanan atau minuman yang terlalu panas, dingin, atau asam. Sensitivitas terjadi karena bagian dentin, yaitu lapisan dalam gigi, terbuka akibat proses scaling.
Cara Mengatasi:
- Gunakan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif.
- Hindari makanan atau minuman yang dapat memicu sensitivitas selama beberapa hari setelah scaling.
- Jika sensitivitas berlanjut, konsultasikan dengan dokter gigi untuk mendapatkan perawatan tambahan.
3. Gusi Berdarah
Gusi yang berdarah juga bisa terjadi setelah scaling gigi, terutama jika gusi Anda sudah mengalami peradangan sebelumnya. Proses scaling yang membersihkan plak di sekitar gusi dapat memicu perdarahan, meskipun biasanya ini hanya bersifat sementara.
Cara Mengatasi:
- Jangan menyikat gigi terlalu keras; gunakan sikat gigi berbulu lembut.
- Berkumur dengan air garam untuk mempercepat proses penyembuhan.
- Hindari merokok dan alkohol karena keduanya dapat memperparah kondisi gusi.
4. Gusi Bengkak
Pembengkakan adalah reaksi alami tubuh terhadap prosedur invasif kecil, termasuk scaling gigi. Gusi mungkin akan terlihat sedikit bengkak selama satu hingga dua hari setelah scaling.
Cara Mengatasi:
- Kompres dingin di area luar pipi untuk mengurangi pembengkakan.
- Minum banyak air dan konsumsi makanan yang lembut.
- Jika pembengkakan tidak mereda dalam beberapa hari, segera konsultasikan dengan dokter gigi.
5. Warna Gigi Berubah
Setelah scaling, beberapa orang mungkin merasakan bahwa gigi mereka terlihat lebih cerah atau lebih bersih. Namun, dalam beberapa kasus, scaling juga bisa menyebabkan perubahan warna yang tidak diinginkan, terutama jika Anda memiliki noda yang menumpuk di permukaan gigi akibat konsumsi kopi, teh, atau rokok.
Cara Mengatasi:
- Hindari makanan dan minuman yang dapat meninggalkan noda di gigi selama beberapa hari setelah scaling.
- Konsultasikan dengan dokter gigi untuk perawatan tambahan seperti polishing gigi.
6. Bau Napas Tidak Sedap
Napas tidak sedap mungkin menjadi efek samping setelah scaling gigi karena adanya luka kecil di sekitar gusi yang bisa menjadi tempat berkumpulnya bakteri.
Cara Mengatasi:
- Rutin berkumur dengan obat kumur antibakteri untuk menjaga kebersihan mulut.
- Sikat gigi secara teratur, terutama pada area yang bersih setelah scaling.
- Jika napas tidak sedap berlanjut, segera kunjungi dokter gigi.
7. Risiko Infeksi
Meski jarang terjadi, tapi efek samping setelah scaling gigi yang satu ini mungkin saja terjadi karena kebersihan peralatan scaling yang digunakan. Belum lagi jika gusi atau jaringan di sekitar gigi terluka selama proses scaling.
Cara Mengatasi:
- Pastikan perawatan scaling dilakukan oleh dokter gigi berpengalaman dan menggunakan peralatan steril.
- Setelah scaling, jangan ragu untuk menanyakan saran perawatan tambahan pada dokter gigi Anda.
Berapa Lama Gigi Ngilu Setelah Scaling?
Pada scaling rutin, rasa sensitif biasanya membaik dalam beberapa hari. Pada deep cleaning, American Dental Association menyebut sensitivitas dapat berlangsung hingga sekitar satu minggu. Cleveland Clinic mencatat bahwa pada sebagian kasus, sensitivitas dapat bertahan lebih lama.
Lama pemulihan dipengaruhi oleh:
- Banyaknya karang gigi.
- Kondisi gusi sebelum scaling.
- Ada atau tidaknya permukaan akar yang terbuka.
- Kedalaman pembersihan.
- Tingkat sensitivitas masing-masing pasien.
- Adanya masalah lain seperti gigi berlubang atau retak.
Periksakan gigi jika rasa ngilu:
- Semakin kuat.
- Hanya terjadi pada satu gigi.
- Muncul tanpa rangsangan.
- Terasa ketika menggigit.
- Mengganggu tidur.
- Tidak menunjukkan perbaikan.
Sensitivitas yang berat dan menetap tidak selalu disebabkan oleh scaling. Kondisi tersebut juga dapat berkaitan dengan gigi berlubang, retakan, tambalan yang bermasalah, penyakit gusi, atau akar gigi yang terbuka.
Habis Scaling Tidak Boleh Makan Apa?
Pada dasarnya, tidak ada satu larangan makanan yang berlaku untuk semua pasien setelah scaling. Setelah deep cleaning, pasien dapat makan dan minum selama tidak menimbulkan rasa sakit.
Namun, jika gusi dan gigi masih terasa sensitif, hindari sementara:
- Makanan atau minuman yang sangat panas.
- Minuman yang sangat dingin.
- Makanan keras seperti es batu atau kacang keras.
- Makanan tajam seperti keripik yang dapat menusuk gusi.
- Makanan sangat pedas atau asam jika membuat gusi perih.
- Makanan lengket yang sulit dibersihkan.
- Rokok dan produk tembakau.
Pilih makanan lembut dan bersuhu normal sampai gusi terasa lebih nyaman. Jika dokter menggunakan anestesi lokal, ikuti petunjuk klinik sebelum mulai makan atau mengunyah.
Apa yang Harus Dilakukan Setelah Scaling Gigi?
Perawatan setelah scaling membantu mempercepat pemulihan dan mencegah plak serta karang gigi kembali menumpuk.
Lakukan langkah berikut:
- Sikat gigi dua kali sehari.
- Gunakan sikat gigi berbulu lembut.
- Gunakan pasta gigi berfluoride.
- Bersihkan sela gigi setiap hari.
- Gunakan pasta gigi untuk gigi sensitif jika diperlukan.
- Hindari menyikat dengan tekanan berlebihan.
- Hindari rokok dan produk tembakau.
- Gunakan obat atau obat kumur sesuai arahan dokter gigi.
Kebersihan mulut di rumah berperan penting dalam menjaga hasil perawatan dan mencegah penyakit gusi kembali berkembang.
Rekomendasi Klinik untuk Scaling Gigi di BSD

Keluhan setelah scaling umumnya ringan dan membaik secara bertahap. Namun, kondisi gigi dan gusi setiap pasien berbeda. Dokter gigi perlu memeriksa jumlah karang gigi, tingkat peradangan gusi, sensitivitas gigi, dan kemungkinan penyakit periodontal sebelum menentukan perawatan yang sesuai.
The Smile Orthodontic and Aesthetic Dental Clinic menyediakan layanan Scaling & Dental Spa untuk membantu membersihkan plak dan karang gigi serta menjaga kesehatan gigi dan gusi. Prosedur dilakukan setelah pemeriksaan agar perawatan dapat disesuaikan dengan kondisi mulut pasien. Informasi mengenai layanan, manfaat scaling, dan proses konsultasi dapat dilihat pada halaman layanan Scaling dan Dental Spa The Smile.
Berikut adalah beberapa alasan mengapa klinik ini sangat direkomendasikan:
- Klinik ini memiliki tim dokter gigi spesialis yang sudah berpengalaman dalam melakukan berbagai prosedur perawatan gigi, termasuk scaling. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang tepat, risiko efek samping dapat diminimalkan.
- Peralatan yang digunakan di The Smile Orthodontic and Aesthetic Dental Clinic merupakan teknologi terbaru yang dirancang untuk memberikan hasil yang lebih efektif dan minim risiko. Alat-alat modern juga membantu memastikan prosedur berlangsung lebih cepat dan lebih nyaman bagi pasien.
- Di sini, Anda akan mendapatkan konsultasi menyeluruh sebelum dan sesudah scaling. Dokter gigi akan menjelaskan secara rinci tentang apa yang diharapkan dari prosedur dan cara merawat gigi setelah scaling agar efek samping yang mungkin terjadi dapat dicegah.
- Klinik ini memprioritaskan kebersihan dan sterilisasi peralatan sehingga risiko infeksi atau komplikasi dapat dihindari. Setiap alat yang digunakan melalui proses sterilisasi ketat untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pasien.
Dengan memilih klinik gigi yang tepat, Anda dapat merasakan manfaat dari scaling gigi tanpa perlu khawatir akan efek samping yang berlebihan. Yuk, WhatsApp admin di 087712000300 untuk daftar sekarang!
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah gusi berdarah setelah scaling normal?
Gusi berdarah ringan dapat terjadi, terutama jika sebelumnya terdapat peradangan. Perdarahan seharusnya berkurang secara bertahap. Darah yang banyak atau tidak berhenti perlu diperiksa oleh dokter gigi.
Apakah scaling membuat gigi tipis?
Tidak. Scaling bertujuan mengangkat plak dan karang gigi, bukan mengikis lapisan gigi. Setelah karang dibersihkan, permukaan atau celah gigi yang sebelumnya tertutup dapat terasa berbeda.
Mengapa gigi terasa renggang setelah scaling?
Celah dapat terlihat karena karang gigi yang sebelumnya memenuhi ruang antargigi telah dibersihkan. Gusi yang sebelumnya bengkak juga dapat menyusut setelah peradangan berkurang.
Apakah gigi sensitif setelah scaling bisa sembuh?
Pada banyak pasien, sensitivitas bersifat sementara dan membaik secara bertahap. Pasta gigi desensitisasi dapat membantu mengurangi rangsangan pada gigi sensitif.
Apakah boleh menyikat gigi setelah scaling?
Boleh. Gigi tetap perlu dibersihkan, tetapi gunakan sikat berbulu lembut dan tekanan ringan. Menjaga kebersihan mulut membantu mencegah plak kembali menumpuk.
Apakah bau mulut setelah scaling normal?
Bau mulut bukan efek utama yang diharapkan setelah scaling. Deep cleaning justru dapat membantu mengurangi bakteri penyebab bau mulut. Jika bau menetap dan disertai nyeri, bengkak, atau cairan dari gusi, lakukan pemeriksaan.
***
Referensi:
- Scaling and root planing for gum disease. Retrieved from https://www.ada.org/sitecore/content/ADA-Organization/ADA/MouthHealthy/home/all-topics-a-z/scaling-and-root-planing
- Tan, S. (2021, December 2). What to know about periodontal scaling and root planing. Retrieved from https://www.webmd.com/oral-health/what-to-know-about-periodontal-scaling-and-root-planing

