Artikel ditinjau oleh: drg. Raedi Mahardika, Sp.B.M.M
Abses gigi adalah kumpulan nanah akibat infeksi bakteri yang terbentuk pada atau di sekitar gigi dan gusi. Kondisi ini perlu diperiksa dokter gigi karena sumber infeksi biasanya harus ditangani melalui perawatan gigi, bukan hanya dengan obat pereda nyeri atau antibiotik.
Abses dapat menyebabkan sakit gigi berdenyut, gusi atau wajah bengkak, nyeri ketika menggigit, rasa tidak enak di mulut, hingga demam. Jika pembengkakan disertai kesulitan bernapas atau menelan, segera cari pertolongan medis.
Apa Itu Abses Gigi?
Abses gigi adalah kantong berisi nanah yang terbentuk akibat infeksi bakteri pada jaringan di sekitar gigi atau gusi.
Infeksi dapat bermula ketika bakteri masuk melalui gigi berlubang yang dalam, retakan atau kerusakan gigi, jaringan pulpa yang terinfeksi, maupun jaringan periodontal di sekitar gigi. Tubuh kemudian memberikan respons terhadap infeksi tersebut dan dapat terbentuk kumpulan nanah.
Abses tidak sebaiknya dianggap sebagai “sakit gigi biasa”. Jika sumber infeksi tidak ditangani, infeksi dapat meluas ke jaringan di sekitarnya.
Jenis Abses Gigi
Lokasi dan sumber infeksi abses dapat berbeda.
Abses Periapikal
Abses periapikal terbentuk di sekitar ujung akar gigi.
Kondisi ini biasanya berkaitan dengan infeksi pulpa atau saraf gigi, misalnya akibat gigi berlubang yang sudah dalam, gigi retak, atau trauma yang menyebabkan jaringan pulpa mengalami infeksi atau nekrosis.
Abses Periodontal
Abses periodontal terjadi pada jaringan gusi dan jaringan penyangga di sekitar akar gigi.
Kondisi ini dapat berkaitan dengan penyakit periodontal, poket periodontal, impaksi makanan, atau gangguan lain pada jaringan penyangga gigi.
Abses Gingiva
Abses gingiva terjadi pada jaringan gusi dan dapat muncul akibat infeksi lokal, termasuk ketika terdapat benda asing atau sisa makanan yang masuk ke jaringan gusi.
Jenis abses yang dialami tidak selalu bisa ditentukan hanya dengan melihat benjolan. Pemeriksaan dokter diperlukan untuk mengetahui sumber infeksinya.
6 Penyebab Abses Gigi

Abses terjadi ketika bakteri memperoleh jalan masuk ke jaringan gigi atau jaringan di sekitarnya.
Beberapa kondisi yang dapat menjadi sumber atau meningkatkan risiko infeksi antara lain:
1. Gigi Berlubang yang Tidak Ditangani
Karies yang semakin dalam dapat mencapai jaringan pulpa di bagian dalam gigi.
Ketika pulpa terinfeksi dan kemudian mengalami nekrosis, bakteri dapat menyebar melalui saluran akar hingga jaringan di sekitar ujung akar gigi.
2. Gigi Retak atau Patah
Retakan tertentu dapat memberi jalan bagi bakteri untuk masuk ke jaringan dalam gigi.
3. Trauma pada Gigi
Cedera pada gigi dapat merusak jaringan pulpa meskipun kerusakan dari luar tidak selalu terlihat jelas.
4. Penyakit Periodontal
Infeksi pada jaringan penyangga gigi dapat menyebabkan terbentuknya abses periodontal.
5. Masalah pada Gigi yang Pernah Dirawat
Pada kondisi tertentu, gigi yang sebelumnya pernah mendapatkan perawatan dapat mengalami infeksi kembali dan membutuhkan evaluasi lebih lanjut.
6. Kebersihan Mulut yang Kurang Baik
Plak, karies, dan penyakit periodontal yang tidak dikontrol dapat meningkatkan risiko masalah gigi yang kemudian berkembang menjadi infeksi.
Baca juga: Penyebab Gigi Berlubang yang Sering Dianggap Sepele
Gejala Abses Gigi yang Harus Diwaspadai
Gejala abses dapat berbeda pada setiap pasien, tetapi beberapa tanda yang sering ditemukan adalah:
- sakit gigi hebat atau berdenyut;
- nyeri ketika menggigit atau mengunyah;
- gusi merah dan bengkak;
- muncul benjolan seperti bisul pada gusi;
- keluar nanah atau cairan dengan rasa tidak enak;
- rasa pahit atau bau tidak sedap dari mulut;
- sensitif terhadap makanan atau minuman panas dan dingin;
- pembengkakan pipi atau rahang;
- kelenjar di bawah rahang atau leher terasa membesar;
- sulit membuka mulut;
- demam; atau
- merasa tidak enak badan.
Nyeri juga dapat menjalar ke rahang, telinga, atau leher. Namun, abses tidak selalu menimbulkan nyeri hebat. Pada beberapa kondisi, infeksi dapat membentuk saluran keluar atau fistula sehingga tekanan berkurang dan rasa sakit tidak terlalu kuat.
Karena itu, benjolan atau “jerawat” pada gusi yang berulang tetap perlu diperiksa meskipun tidak terasa sangat sakit.
Pengobatan Abses Gigi di Klinik Gigi Tangerang

Di klinik gigi profesional seperti The Smile Orthodontic & Aesthetic Dental Clinic, Tangerang, proses pengobatannya meliputi:
1. Diagnosis Awal
Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin menyarankan foto rontgen untuk mengetahui tingkat keparahan infeksi.
2. Drainase Nanah
Jika abses sudah membentuk kantung, dokter akan membuat sayatan kecil untuk mengeluarkan nanah dan mengurangi tekanan serta nyeri.
3. Pemberian Antibiotik
Antibiotik diberikan untuk melawan bakteri penyebab infeksi. Namun, obat ini hanya pelengkap dan bukan solusi utama.
4. Perawatan Saluran Akar atau Pencabutan
- Jika gigi masih bisa diselamatkan: dilakukan perawatan saluran akar (root canal).
- Jika gigi rusak parah: dilakukan pencabutan.
Tips Pertolongan Sementara di Rumah
Sambil menunggu jadwal ke dokter, kamu bisa melakukan hal berikut:
- Berkumur dengan air garam hangat
- Kompres dingin di area pipi yang bengkak
- Minum obat pereda nyeri (bila tidak ada kontraindikasi)
Namun ingat, ini hanya pertolongan sementara dan bukan pengganti perawatan medis.
Apakah Bisa Pasang Behel Setelah Abses Gigi?
Bisa, asalkan infeksi sudah benar-benar sembuh dan jaringan sekitar gigi telah sehat. Dokter ortodonti akan melakukan evaluasi menyeluruh sebelum memutuskan kelayakan pemasangan behel.
Baca juga: Takut ke Dokter Gigi? Cek Dulu Tipsnya di Sini!
Rekomendasi Klinik Gigi untuk Abses di Tangerang

Klinik The Smile Orthodontic siap bantu kamu. Ditangani langsung oleh tim dokter profesional termasuk dokter bedah mulut dan ortodontis berpengalaman.
Hubungi admin The Smile BSD via WhatsApp di 087712000300 sekarang untuk cek jadwal dokter!
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan tentang Abses Gigi
Apa ciri-ciri gigi sudah abses?
Tanda yang umum antara lain sakit berdenyut, nyeri ketika menggigit, gusi atau wajah bengkak, muncul benjolan pada gusi, keluar nanah, rasa tidak enak di mulut, dan demam. Namun, abses tidak selalu menimbulkan nyeri berat.
Apakah abses gigi termasuk kondisi darurat?
Abses perlu diperiksa dokter gigi secepatnya. Jika terdapat kesulitan bernapas atau menelan, pembengkakan yang besar atau cepat meluas, atau kondisi tubuh memburuk disertai demam, cari pertolongan medis segera.
Berapa lama abses gigi bisa sembuh?
Tidak ada durasi yang sama untuk semua pasien. Lama pemulihan bergantung pada sumber infeksi, tingkat keparahan, perawatan yang dilakukan, serta respons pasien.
Apa obat abses gigi paling ampuh?
Tidak ada satu obat bebas yang dapat menggantikan perawatan sumber infeksi. Pengobatan dapat berupa drainase, perawatan saluran akar, perawatan periodontal, pencabutan, dan antibiotik bila memang terdapat indikasi.
Apakah abses gigi bisa pecah sendiri?
Bisa. Namun, pecahnya abses dan keluarnya nanah tidak berarti infeksi sudah sembuh. Pemeriksaan dokter gigi tetap diperlukan.
Apakah abses bisa sembuh hanya dengan antibiotik?
Tidak selalu. Pada banyak kasus, sumber infeksi tetap harus ditangani melalui tindakan gigi.
Apakah abses gigi harus dicabut?
Tidak selalu. Jika gigi masih dapat dipertahankan, perawatan saluran akar dapat menjadi pilihan.
Apakah abses bisa menyebabkan pipi bengkak?
Bisa. Infeksi di sekitar gigi dapat menyebabkan pembengkakan gusi, pipi, rahang, atau jaringan lain di sekitarnya.
Kalau abses tidak sakit, apakah tetap harus diperiksa?
Ya. Sebagian abses dapat membentuk jalan keluar nanah sehingga tekanan dan rasa sakit berkurang, tetapi sumber infeksinya masih dapat tetap ada.
Referensi:
- Darwita, R. R. (2020). Ilmu Penyakit Gigi dan Mulut. Jakarta: EGC.
- Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Kemenkes RI. Diakses 31 Mei 2025 dari https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/1372/abses-gigi
- Mayo Clinic. (2023). Tooth abscess. Diakses 31 Mei 2025 dari https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tooth-abscess/symptoms-causes/syc-20350901

