Bolehkah ke Dokter Gigi Saat Puasa? Perawatan Apa Saja yang Aman?

Bolehkah ke Dokter Gigi Saat Puasa? Perawatan Apa Saja yang Aman?

Artikel ditinjau oleh: drg. Raedi Mahardika, Sp.BMM

Salah satu kebiasaan yang sering kami temui di The Smile Orthodontic klinik gigi di BSD adalah pasien yang menunda perawatan gigi selama bulan Ramadan. Alasan utamanya selalu sama: takut puasanya batal. Padahal, menunda perawatan gigi justru bisa memperparah masalah yang ada dan menimbulkan rasa sakit yang lebih besar.

Di bawah ini kita akan membahas perawatan gigi apa saja yang aman dilakukan saat puasa dan mana yang sebaiknya ditunda setelah Ramadan.

Perawatan Gigi Tidak Membatalkan Puasa

Secara umum, perawatan gigi di klinik tidak membatalkan puasa selama tidak ada zat yang secara sengaja ditelan masuk ke saluran pencernaan. Dokter gigi profesional selalu menggunakan alat suction (penyedot air liur) selama prosedur perawatan, sehingga cairan yang digunakan tidak mengalir ke tenggorokan pasien.

Majelis Ulama di berbagai negara juga telah mengeluarkan fatwa bahwa perawatan gigi saat puasa diperbolehkan. Yang membatalkan puasa adalah menelan sesuatu dengan sengaja, bukan masuknya bahan ke rongga mulut dalam konteks perawatan medis.

Baca Juga: Bolehkah Pakai Obat Kumur Saat Puasa?

Perawatan yang Aman Dilakukan Saat Puasa

Berpuasa tidak menghalangi Anda untuk tetap menjaga kesehatan gigi dan mulut. Beberapa prosedur berikut umumnya aman dilakukan karena dokter gigi menggunakan sistem suction untuk mencegah cairan tertelan:

1. Pemeriksaan Rutin dan Konsultasi

Kontrol rutin dan diskusi mengenai keluhan gigi atau gusi tetap aman dilakukan saat puasa karena tidak melibatkan konsumsi atau tindakan yang membatalkan.

2. Penambalan Gigi

Prosedur penambalan untuk mengatasi gigi berlubang dapat dilakukan dengan aman karena cairan dan sisa bahan akan disedot menggunakan alat khusus.

3. Pembersihan Karang Gigi

Scaling bertujuan membersihkan plak dan karang gigi yang menumpuk. Selama prosedur, dokter menggunakan alat suction sehingga air dan kotoran tidak tertelan.

4. Pemasangan dan Kontrol Kawat Gigi

Pemasangan maupun kontrol rutin behel tidak membatalkan puasa karena tidak ada zat yang masuk ke saluran cerna.

5. Pencetakan Gigi untuk Pembuatan Protesa

Proses pencetakan untuk pembuatan gigi tiruan atau protesa juga aman dilakukan dengan pengawasan tenaga medis.

6. Rontgen Gigi

Pemeriksaan radiografi gigi tidak melibatkan cairan atau zat yang masuk ke tubuh, sehingga aman dilakukan saat berpuasa.

Dengan teknologi dan prosedur yang tepat seperti yang kami lakukan di The Smile Orthodontic klinik gigi di Tangerang Selatan, perawatan gigi tetap bisa dilakukan tanpa mengganggu ibadah puasa.

Perawatan yang Sebaiknya Ditunda

Meskipun secara hukum agama tidak membatalkan puasa, ada beberapa prosedur yang dokter gigi kami sarankan untuk ditunda karena alasan kenyamanan pasien. Pencabutan gigi yang kompleks seperti operasi gigi bungsu, karena prosedur ini melibatkan perdarahan yang cukup banyak dan pasien perlu minum obat segera setelahnya. Bedah mulut atau periodontal yang memerlukan jahitan dan perawatan pasca-operasi intensif juga sebaiknya ditunda. Prosedur yang memerlukan anestesi umum tentu harus dijadwalkan di luar waktu puasa.

4 Tips ke Dokter Gigi Saat Puasa

Berikut beberapa saran bagi pasien yang berencana berkunjung ke dokter gigi saat sedang berpuasa:

1. Pilih Jadwal Mendekati Waktu Berbuka

Usahakan membuat janji di sore hari menjelang berbuka. Dengan begitu, jika dokter meresepkan obat atau Anda membutuhkan pereda nyeri, obat dapat langsung diminum saat waktu berbuka tiba.

2. Informasikan Bahwa Anda Sedang Berpuasa

Sampaikan kepada dokter gigi sejak awal bahwa Anda sedang berpuasa. Informasi ini penting agar prosedur dapat disesuaikan dan dilakukan dengan lebih hati-hati.

3. Minta Penggunaan Suction Lebih Intensif

Jangan ragu meminta dokter atau asisten untuk menggunakan alat suction secara lebih intensif selama tindakan, guna meminimalkan risiko cairan tertelan.

4. Siapkan Air dan Obat untuk Setelah Berbuka

Jika berpotensi timbul rasa tidak nyaman setelah tindakan, siapkan air minum dan obat pereda nyeri untuk dikonsumsi segera setelah waktu berbuka.

Dengan persiapan yang tepat dan komunikasi yang baik dengan dokter gigi, perawatan tetap dapat berjalan aman dan nyaman selama puasa.

Jangan Tunda Keadaan Darurat

Penting untuk diingat bahwa keadaan darurat gigi seperti infeksi, abses, trauma gigi, atau nyeri hebat tidak boleh ditunda. Menurut Healthline, infeksi gigi yang tidak ditangani bisa menyebar ke area lain dan membahayakan kesehatan secara keseluruhan. Dalam kondisi darurat, Islam memperbolehkan untuk tidak berpuasa demi menjaga kesehatan.

Baca Juga: Takut ke Dokter Gigi? Cek Dulu Tipsnya di Sini!

Rekomendasi Dokter Gigi di Tangerang Selatan

Klinik gigi dengan dokter gigi berpengalaman di BSD Tangerang

Perawatan gigi saat puasa pada umumnya diperbolehkan dan tidak membatalkan puasa. Jangan menunda perawatan gigi rutin hanya karena sedang berpuasa. Konsultasikan dengan dokter gigi kami di The Smile Orthodontic di BSD, Tangerang Selatan untuk mendapatkan jadwal perawatan selama Ramadan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah suntikan bius (anestesi lokal) di gusi membatalkan puasa?

Tidak. Suntikan anestesi lokal di gusi tidak membatalkan puasa karena obat bius disuntikkan ke jaringan gusi, bukan masuk ke saluran pencernaan.

Bagaimana jika ada darah saat perawatan gigi dan tidak sengaja tertelan?

Jika darah tertelan secara tidak sengaja dalam jumlah yang sangat kecil selama perawatan medis, mayoritas ulama berpendapat bahwa hal tersebut dimaafkan dan tidak membatalkan puasa.

Kapan waktu terbaik untuk ke dokter gigi saat Ramadan?

Dokter gigi kami biasanya merekomendasikan jadwal sore hari, sekitar 1-2 jam sebelum berbuka puasa. Dengan demikian, jika ada ketidaknyamanan atau obat yang perlu diminum, Anda tidak perlu menunggu lama.

Apakah bahan tambal gigi yang masuk ke mulut membatalkan puasa?

Tidak. Bahan tambal gigi yang digunakan dalam prosedur penambalan tidak membatalkan puasa karena diaplikasikan secara lokal di gigi dan tidak dimaksudkan untuk ditelan.

Referensi

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *