Artikel ini ditinjau oleh: drg. Ariq Noorkhakim, Sp.Pros
Scaling atau pembersihan karang gigi adalah salah satu prosedur perawatan gigi yang paling rutin dilakukan. Di The Smile Orthodontic klinik gigi di BSD, prosedur ini menjadi salah satu layanan yang paling banyak diminati pasien. Namun, saat Ramadan tiba, banyak pasien yang ragu untuk melakukan scaling karena khawatir puasanya batal.
Berikut ini kita akan membahas secara detail apakah scaling gigi saat puasa aman dan apakah membatalkan puasa.
Apa Itu Scaling Gigi?
Scaling gigi adalah prosedur pembersihan karang gigi (kalkulus) yang menempel pada permukaan gigi menggunakan alat ultrasonik. Karang gigi terbentuk dari plak yang mengeras dan tidak bisa dihilangkan hanya dengan menyikat gigi biasa. Menurut American Dental Association, karang gigi yang dibiarkan dapat menyebabkan penyakit gusi, kerusakan tulang pendukung gigi, dan akhirnya kehilangan gigi.
Prosedur scaling menggunakan alat yang bergetar dengan frekuensi tinggi dan semprotan air untuk membersihkan karang gigi. Inilah yang membuat pasien khawatir: adanya air selama prosedur.
Baca Juga: Manfaat Scaling Gigi yang Sering Disepelekan
Scaling Saat Puasa: Batal atau Tidak?
Scaling gigi saat puasa tidak membatalkan puasa. Dalam prosedur scaling, dokter gigi selalu menggunakan alat suction (penyedot) yang secara bersamaan menyedot air dan debris dari mulut pasien. Artinya, air yang digunakan dalam proses scaling tidak sampai ke tenggorokan, melainkan langsung tersedot keluar.
Dokter gigi kami selalu menjelaskan kepada pasien bahwa selama prosedur scaling, mulut pasien dalam posisi terbuka dan miring sedikit ke bawah. Ditambah dengan suction yang terus bekerja, risiko menelan air sangat minimal. Bahkan dalam praktik sehari-hari, pasien yang tidak berpuasa pun jarang menelan air selama scaling.
Baca Juga: Bolehkah ke Dokter Gigi Saat Puasa?
Mengapa Scaling Penting Sebelum atau Selama Ramadan?
Melakukan scaling justru sangat direkomendasikan menjelang atau selama Ramadan. Karang gigi adalah reservoir bakteri yang menjadi sumber utama bau mulut. Dengan membersihkan karang gigi, Anda bisa mengurangi jumlah bakteri di mulut secara signifikan dan mengurangi bau mulut selama puasa.
Mayo Clinic merekomendasikan pembersihan karang gigi setiap enam bulan sekali untuk menjaga kesehatan gusi. Jika jadwal scaling Anda jatuh di bulan Ramadan, tidak ada alasan untuk menundanya.
Apa yang Harus Diperhatikan Saat Scaling Saat Puasa?
Meskipun scaling saat puasa aman, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pilih dokter gigi yang berpengalaman dan memiliki peralatan suction yang baik. Informasikan bahwa Anda sedang berpuasa agar dokter gigi bisa menggunakan suction lebih intensif dan mengurangi jumlah air seminimal mungkin. Jadwalkan kunjungan di sore hari agar jika terjadi sedikit perdarahan gusi, Anda bisa segera berkumur saat berbuka.
Setelah scaling, gusi mungkin sedikit sensitif atau berdarah. Ini adalah hal normal yang akan membaik dalam satu hingga dua hari. Menurut Cleveland Clinic, sedikit perdarahan setelah scaling adalah respons normal, terutama jika sudah lama tidak melakukan pembersihan.
Baca Juga: Bolehkah Sikat Gigi Saat Puasa?
Rekomendasi Dokter Gigi di Tangerang Selatan

Scaling gigi saat puasa tidak membatalkan puasa dan sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan mulut selama Ramadan. Jangan ragu untuk menjadwalkan scaling Anda di bulan puasa dengan memilih waktu kunjungan yang tepat di klinik gigi kami di The Smile Orthodontic di BSD, Tangerang Selatan. Di klinik gigi The Smile Orthodontic, kami memiliki layanan scaling dental spa untuk perawatan gigi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa lama prosedur scaling gigi berlangsung?
Scaling gigi umumnya memakan waktu 30-60 menit tergantung pada jumlah karang gigi yang perlu dibersihkan. Untuk kasus yang ringan, prosedur bisa selesai dalam 20-30 menit.
Apakah scaling gigi menyakitkan saat puasa?
Scaling gigi umumnya tidak menyakitkan. Jika karang gigi cukup tebal atau gusi sensitif, dokter gigi bisa memberikan anestesi topikal (gel bius) untuk mengurangi ketidaknyamanan.
Seberapa sering harus scaling gigi?
Idealnya setiap 6 bulan sekali. Namun, untuk pasien dengan risiko tinggi penyakit gusi, scaling bisa diperlukan setiap 3-4 bulan sekali.
Apakah scaling membuat gigi menjadi lebih sensitif?
Sensitivitas ringan setelah scaling adalah hal normal dan biasanya hilang dalam beberapa hari. Ini terjadi karena permukaan akar gigi yang sebelumnya tertutup karang gigi kini terekspos.
Referensi
- American Dental Association. (2024). Scaling and root planing. Diakses 10 Februari 2026 dari https://engage.ada.org/p/phys/periodontal-disease-keep-your-gums-healthy-644
- Mayo Clinic. (2023). Periodontitis. Diakses 10 Februari 2026 dari https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/periodontitis/diagnosis-treatment/drc-20354479
- Cleveland Clinic. (2024).Tooth Scaling and Root Planing. Diakses 10 Februari 2026 dari https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/23983-tooth-scaling-and-root-planing
- National Health Service. (2023). Gum disease. Diakses 10 Februari 2026 dari https://www.nhs.uk/conditions/gum-disease/

