Artikel ditinjau oleh: drg. Raedi Mahardika, Sp.B.M.M.
Gigi bungsu tumbuh miring terjadi ketika gigi geraham ketiga tidak tumbuh dalam posisi normal, salah satunya karena ruang pada rahang tidak mencukupi. Jika gigi bungsu tumbuh miring ke arah pipi, kondisi ini tidak selalu berbahaya. Namun, posisi tersebut dapat membuat pipi mudah tergesek, makanan terselip, area sulit dibersihkan, atau memicu peradangan bila gigi hanya tumbuh sebagian.
Singkatnya:
- Gigi bungsu miring tidak selalu harus dicabut.
- Posisi ke arah pipi dapat menyebabkan gesekan pada jaringan pipi.
- Gigi yang tumbuh sebagian lebih sulit dibersihkan dan dapat mengalami peradangan.
- Nyeri, bengkak, atau infeksi berulang perlu diperiksa oleh dokter gigi.
- Penanganan ditentukan berdasarkan pemeriksaan klinis dan radiografis.
Baca juga: Apakah Semua Orang Punya Gigi Bungsu?
Kenapa Gigi Bungsu Bisa Tumbuh Miring?

Gigi bungsu atau third molar adalah gigi geraham yang berada paling belakang. Ketika ruang untuk tumbuh terbatas atau arah erupsinya tidak ideal, gigi dapat tumbuh sebagian, tetap tertanam di dalam jaringan, atau muncul dengan posisi miring. Kondisi gigi yang tidak dapat tumbuh secara normal ini dikenal sebagai impaksi.
Arah gigi bungsu pun dapat berbeda-beda. Ada yang tumbuh tegak, miring ke arah gigi di depannya, miring ke belakang, horizontal, hingga memiliki posisi yang lebih mengarah ke sisi pipi atau lidah. Makanya, posisi gigi bungsu tidak cukup dinilai hanya dengan melihat bagian gigi yang sudah muncul di dalam mulut.
Apakah Gigi Bungsu Tumbuh Miring ke Arah Pipi Berbahaya?
Gigi bungsu tumbuh miring ke arah pipi tidak otomatis berbahaya. Risiko masalah bergantung pada seberapa jauh gigi tumbuh, posisinya terhadap jaringan sekitar, kebersihan area tersebut, serta apakah sudah muncul gejala.
Jika mahkota gigi mengarah terlalu dekat ke pipi, bagian dalam pipi dapat mengalami gesekan berulang saat berbicara atau mengunyah.
Selain itu, posisi gigi yang sulit dijangkau sikat gigi dapat menyebabkan plak dan sisa makanan lebih mudah tertahan. Masalah ini dapat terjadi di sekitar gigi bungsu maupun gigi geraham kedua yang berada tepat di depannya.
Apa Ciri Gigi Bungsu Miring yang Perlu Diperiksa?
Gigi bungsu sebaiknya diperiksakan jika muncul keluhan seperti:
- nyeri di bagian belakang rahang;
- gusi sekitar gigi bungsu membengkak atau kemerahan;
- pipi bagian dalam sering tergesek;
- makanan sering terselip di sekitar gigi;
- bau mulut atau rasa tidak nyaman dari area belakang mulut;
- sulit atau nyeri ketika membuka mulut;
- keluhan nyeri dan bengkak yang terus berulang.
Baca juga: Kenapa Gigi Bungsu Perlu Dicabut?
Salah satu masalah yang dapat terjadi pada gigi bungsu yang hanya tumbuh sebagian adalah perikoronitis, yaitu inflamasi pada jaringan di sekitar mahkota gigi.
Riset terbaru menemukan adanya hubungan antara posisi gigi bungsu rahang bawah dan kejadian perikoronitis. Namun, risikonya tidak semata-mata ditentukan oleh apakah gigi tersebut terlihat miring. Tingkat erupsi dan hubungan gigi dengan jaringan di sekitarnya juga berpengaruh.¹
Apakah Gigi Bungsu Tumbuh Miring Harus Dicabut?
Tidak semua gigi bungsu yang tumbuh miring harus dicabut. Dokter gigi perlu mempertimbangkan kondisi setiap pasien. Pencabutan dapat dipertimbangkan ketika gigi bungsu berkaitan dengan masalah seperti nyeri atau infeksi berulang, kerusakan gigi, gangguan jaringan periodontal, atau masalah pada gigi geraham di sebelahnya. Sebaliknya, bila gigi tidak menimbulkan penyakit atau komplikasi, dokter dapat mempertimbangkan pemantauan secara berkala.
Bagaimana Dokter Memeriksa Gigi Bungsu yang Tumbuh Miring?
Pemeriksaan dimulai dengan melihat kondisi gigi dan jaringan di dalam mulut. Dokter kemudian dapat menggunakan foto rontgen panoramik untuk mengetahui arah tumbuh gigi, kedalaman gigi, bentuk akar, serta hubungannya dengan struktur di sekitarnya.
Pada kondisi tertentu, CBCT (cone-beam computed tomography) dapat digunakan apabila dokter membutuhkan informasi tiga dimensi yang tidak dapat diperoleh secara memadai dari foto panoramik atau intraoral. CBCT tidak direkomendasikan sebagai pemeriksaan rutin untuk setiap gigi bungsu.²
Karena itu, jika Anda merasa gigi bungsu tumbuh miring ke arah pipi, terutama bila sudah menimbulkan nyeri, bengkak, luka pada pipi, atau keluhan berulang, pemeriksaan dokter gigi dapat membantu menentukan apakah gigi cukup dipantau atau membutuhkan tindakan lebih lanjut.
Rekomendasi Dokter Gigi di BSD untuk Gigi Bungsu

Jika Anda sedang mencari dokter gigi di BSD untuk masalah gigi bungsu, pemeriksaan dapat dilakukan di The Smile Orthodontic & Aesthetic Dental Clinic di Serpong, Tangerang Selatan.
Untuk kasus gigi bungsu yang membutuhkan evaluasi lebih lanjut, Anda dapat berkonsultasi dengan drg. Raedi Mahardika, Sp.B.M.M., dokter gigi spesialis bedah mulut dan maksilofasial yang praktik di The Smile BSD.
Dokter akan terlebih dahulu mengevaluasi posisi gigi bungsu, kondisi jaringan di sekitarnya, serta hasil pemeriksaan radiografis sebelum menentukan apakah gigi cukup dipantau atau perlu dilakukan tindakan seperti odontektomi. Dengan demikian, keputusan tindakan tidak hanya berdasarkan posisi gigi yang terlihat miring, tetapi berdasarkan kondisi klinis masing-masing pasien.
Pertanyaan Gigi Bungsu Tumbuh Miring
Apakah gigi bungsu miring bisa tumbuh normal kembali?
Arah pertumbuhan gigi bungsu sangat dipengaruhi oleh posisi gigi dan ruang yang tersedia pada rahang. Dokter perlu melakukan pemeriksaan klinis dan radiografis untuk menilai kemungkinan gigi dapat tumbuh lebih lanjut dalam posisi yang dapat dipertahankan.
Apakah gigi bungsu miring selalu sakit?
Tidak. Sebagian gigi bungsu yang miring dapat tidak menimbulkan keluhan. Gejala biasanya muncul ketika terjadi peradangan, infeksi, kesulitan membersihkan area gigi, atau gangguan pada jaringan di sekitarnya.
Kapan gigi bungsu miring harus diperiksakan?
Segera lakukan pemeriksaan apabila muncul nyeri berulang, gusi membengkak, sulit membuka mulut, pipi terus tergesek, atau makanan sering tersangkut di sekitar gigi bungsu.
Referensi
- Galvão, E. L., da Silveira, E. M., de Oliveira, E. S., da Cruz, T. M. M., Flecha, O. D., Falci, S. G. M., & Gonçalves, P. F. (2019). Association between mandibular third molar position and the occurrence of pericoronitis: A systematic review and meta-analysis. Archives of Oral Biology, 107, 104486. https://doi.org/10.1016/j.archoralbio.2019.104486
- Matzen, L. H., & Berkhout, E. (2019). Cone beam CT imaging of the mandibular third molar: A position paper prepared by the European Academy of DentoMaxilloFacial Radiology (EADMFR). Dentomaxillofacial Radiology, 48(5), 20190039. https://doi.org/10.1259/dmfr.20190039

