Retainer umumnya perlu digunakan dalam jangka panjang setelah behel dilepas. Ketahui berapa lama dan kapan pemakaiannya dapat dikurangi menjadi malam hari.

Berapa Lama Pakai Retainer Setelah Behel? Ini Jawabannya

Artikel ditinjau oleh: drg. Hanaria Putri Sari Effrianto, Sp.Ort

Pada dasarnya, retainer perlu digunakan dalam jangka panjang selama Anda ingin mempertahankan posisi gigi setelah perawatan ortodonti. Pemakaiannya biasanya lebih intensif pada periode awal setelah behel dilepas, kemudian dapat dikurangi menjadi pemakaian malam hari sesuai evaluasi dokter.

Tidak ada satu angka pasti, misalnya enam bulan atau satu tahun, yang berlaku untuk semua orang. Literatur ilmiah menunjukkan bahwa protokol retainer perlu disesuaikan dengan kondisi gigi sebelum perawatan, perubahan yang dilakukan selama perawatan, risiko gigi bergeser kembali, hingga jenis retainer yang digunakan.¹

Berapa Lama Retainer Harus Dipakai Setelah Lepas Behel?

Cara paling mudah memahaminya adalah membedakan antara durasi total penggunaan retainer dan berapa lama retainer digunakan setiap hari.

Durasi totalnya dapat berlangsung selama bertahun-tahun bahkan jangka panjang. Sementara itu, jumlah jam pemakaian dalam sehari dapat berubah seiring waktu.

Pada periode awal setelah behel atau aligner selesai digunakan, dokter dapat meminta pasien memakai retainer lepasan lebih lama dalam sehari. Setelah posisi gigi dinilai lebih stabil, jadwalnya dapat dikurangi, misalnya hanya digunakan saat tidur.

Baca juga: Perbedaan Invisalign dan Retainer

Namun, kapan perubahan jadwal tersebut dilakukan tidak sama pada setiap pasien.

Review mengenai protokol retensi ortodonti menunjukkan bahwa hingga saat ini belum terdapat satu regimen yang terbukti paling tepat untuk seluruh pasien.¹ Systematic review lain juga menemukan bahwa bukti mengenai durasi ideal penggunaan retainer masih terbatas.²

Kenapa Retainer Perlu Dipakai dalam Jangka Panjang?

Setelah behel dilepas, gigi tidak serta-merta “terkunci” permanen pada posisi barunya.

Jaringan di sekitar gigi membutuhkan waktu untuk beradaptasi setelah gigi mengalami pergerakan selama perawatan ortodonti. Selain itu, posisi gigi dapat terus berubah sepanjang hidup sebagai bagian dari proses biologis dan perubahan pada rongga mulut.

Karena itu, konsep retensi ortodonti saat ini tidak lagi hanya dipandang sebagai fase singkat selama beberapa bulan setelah behel. Penelitian terbaru menyebut retensi sebagai long-term lifestyle choice untuk membantu meminimalkan perubahan posisi gigi setelah perawatan.³

Artinya, berhenti memakai retainer hanya karena sudah melewati satu tahun belum tentu merupakan pilihan yang tepat.

Kapan Retainer Bisa Mulai Dipakai Hanya Malam Hari?

Perubahan dari penggunaan lebih intensif menjadi night-time wear sebaiknya dilakukan setelah dokter mengevaluasi stabilitas gigi.

Dokter gigi biasanya mempertimbangkan:

  • posisi gigi sebelum perawatan;
  • seberapa besar pergerakan yang dilakukan;
  • kondisi gigitan setelah perawatan;
  • kecenderungan gigi mengalami relapse;
  • jenis retainer; serta
  • konsistensi pasien menggunakannya.

Karena faktor tersebut berbeda pada setiap pasien, jadwal teman yang sama-sama selesai memakai behel belum tentu dapat digunakan sebagai acuan untuk Anda.

Beberapa penelitian memang menunjukkan bahwa pemakaian retainer lepasan secara part-time dapat mempertahankan hasil perawatan pada kondisi tertentu. Namun, kualitas evidence mengenai regimen pemakaian yang paling optimal masih terbatas.²

Setelah 1 Tahun, Apakah Retainer Boleh Berhenti Dipakai?

Tidak otomatis.

Satu tahun bukan batas ketika gigi dapat dianggap tidak mungkin bergeser lagi. Perubahan posisi gigi tetap dapat terjadi setelah fase retensi awal selesai.

Karena itu, jika retainer masih nyaman dan dokter masih menganjurkan pemakaian malam hari, sebaiknya penggunaannya tetap dilanjutkan. Jangan memutuskan berhenti sendiri hanya karena gigi terlihat sudah rapi.

Jika retainer yang lama mulai terasa sempit setelah tidak digunakan beberapa waktu, hal tersebut juga dapat menjadi tanda bahwa posisi gigi sudah mengalami perubahan. Jangan memaksakan retainer jika terasa sangat ketat atau tidak dapat terpasang dengan benar; lakukan pemeriksaan terlebih dahulu.

Bagaimana dengan Fixed Retainer, Dipakai Sampai Kapan?

Berbeda dari retainer lepasan, fixed retainer berupa kawat yang ditempel pada bagian belakang gigi sehingga tidak perlu dilepas-pasang setiap hari.

Fixed retainer dapat dipertahankan dalam jangka panjang selama masih berfungsi dengan baik dan kondisi gigi serta jaringan di sekitarnya tetap sehat. Namun, “permanen” bukan berarti tidak perlu diperiksa.

Systematic review dan meta-analysis terhadap 34 penelitian menemukan bahwa risiko kerusakan atau kegagalan bonded retainer meningkat seiring semakin panjang periode pemakaian.⁴ Karena itu, fixed retainer tetap perlu diperiksa secara berkala untuk memastikan tidak ada bagian yang terlepas atau rusak.

Jadi, Sampai Kapan Sebaiknya Pakai Retainer?

rekomendasi klinik gigi dokter ortodonti

Jawaban sederhananya adalah gunakan retainer selama dokter masih merekomendasikannya dan selama Anda ingin mempertahankan hasil perawatan ortodonti.

Pada fase awal, jadwal pemakaian dapat lebih intensif. Setelah kondisi stabil, frekuensi dapat dikurangi menjadi malam hari. Untuk sebagian pasien, pemakaian malam hari dapat dianjurkan dalam jangka panjang.

Jika Anda baru selesai menjalani pemasangan behel atau ingin mengetahui apakah jadwal penggunaan retainer sudah dapat dikurangi, evaluasi langsung lebih tepat daripada menentukan durasi berdasarkan angka tertentu dari internet.

Bagi Anda yang mencari dokter ortodonti di BSD, Tangerang Selatan, pemeriksaan dapat dilakukan di The Smile Orthodontic & Aesthetic Dental Clinic bersama drg. Hanaria Putri Sari Effrianto, Sp.Ort.

Pertanyaan Seputar Lama Pemakaian Retainer

Apakah retainer harus dipakai seumur hidup?

Retainer dapat direkomendasikan untuk digunakan dalam jangka panjang, terutama pada malam hari, jika ingin mempertahankan posisi gigi. Jadwal pastinya tetap mengikuti evaluasi dokter.

Apakah boleh berhenti memakai retainer setelah 2 tahun?

Tidak ada batas dua tahun yang berlaku untuk semua pasien. Risiko perubahan posisi gigi tetap dapat terjadi sehingga keputusan menghentikan retainer sebaiknya didiskusikan dengan dokter.

Berapa jam retainer dipakai setiap hari?

Jumlah jam pemakaian bergantung pada fase retensi dan instruksi dokter. Pada fase awal pemakaian dapat lebih intensif, kemudian dapat beralih menjadi penggunaan malam hari setelah kondisi dinilai stabil.

Referensi

  1. Al-Moghrabi, D., Littlewood, S. J., & Fleming, P. S. (2021). Orthodontic retention protocols: An evidence-based overview. British Dental Journal, 230, 770–776. https://doi.org/10.1038/s41415-021-2954-7 Diakses 24 Agustus 2026.
  2. Bahije, L., Ennaji, A., Benyahia, H., & Zaoui, F. (2018). A systematic review of orthodontic retention systems: The verdict. International Orthodontics, 16(3), 409–424. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/30001980/ Diakses 24 Agustus 2026.
  3. Littlewood, S. J. (2026). Posttreatment orthodontic care for retention and stability. American Journal of Orthodontics and Dentofacial Orthopedics, 170(2), 149–158. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/41874492/ Diakses 24 Agustus 2026.
  4. Aye, S. T., Liu, S., Byrne, E., & El-Angbawi, A. (2023). The prevalence of the failure of fixed orthodontic bonded retainers: A systematic review and meta-analysis. European Journal of Orthodontics, 45(6), 645–661. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/37824794/ Diakses 24 Agustus 2026.

1 thought on “Berapa Lama Pakai Retainer Setelah Behel? Ini Jawabannya”

  1. Pingback: Ini Perbedaan Invisalign dan Retainer yang Wajib Dipahami! - The Smile

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *