Artikel ditinjau oleh: drg. Hanaria Putri Sari Effrianto, Sp.Ort
Self ligating braces adalah jenis behel cekat yang menggunakan bracket dengan mekanisme klip atau pintu khusus untuk menahan kawat tanpa memerlukan karet elastik seperti pada behel konvensional. Self ligating braces dapat menjadi salah satu pilihan untuk merapikan gigi, tetapi bukan berarti selalu lebih baik atau lebih cepat untuk setiap pasien.
Pemilihan jenis behel tetap perlu disesuaikan dengan kondisi gigi, jenis maloklusi, kebutuhan perawatan, preferensi pasien, serta hasil pemeriksaan dokter gigi spesialis ortodonti.
Apa Itu Self Ligating Braces?
Pada self ligating braces, setiap bracket memiliki mekanisme bawaan yang dapat membuka dan menutup untuk mempertahankan archwire atau kawat ortodonti pada posisinya. Hal ini berbeda dengan behel metal konvensional yang umumnya menggunakan karet elastik atau ligature untuk menahan kawat pada bracket.
Self-ligating bracket sendiri dapat dibedakan menjadi sistem aktif dan pasif berdasarkan cara mekanisme bracket berinteraksi dengan kawat.
Jika Anda masih mempertimbangkan berbagai pilihan perawatan, kenali juga jenis behel gigi dan fungsinya sebelum menentukan pilihan.
Apa Kelebihan Self Ligating Braces?
Beberapa karakteristik self ligating braces yang dapat menjadi pertimbangan antara lain:
1. Tidak Menggunakan Karet Elastik pada Bracket
Mekanisme klip pada bracket menggantikan fungsi karet elastik untuk mempertahankan kawat. Ini menjadi salah satu perbedaan yang paling mudah dikenali dibandingkan behel konvensional.
2. Proses Mengganti Kawat Dapat Lebih Singkat
Systematic review dan meta-analysis terhadap penelitian terkontrol menemukan bahwa proses memasukkan atau melepas archwire pada self-ligating bracket dapat dilakukan lebih cepat dibandingkan bracket konvensional.¹ Dengan kata lain, salah satu keuntungan yang cukup konsisten ditemukan adalah efisiensi waktu pada saat tindakan di kursi perawatan.
3. Gesekan Dapat Lebih Rendah pada Kondisi Tertentu
Penelitian laboratorium menunjukkan bahwa self-ligating bracket dapat menghasilkan gesekan lebih rendah ketika menggunakan kawat bulat berukuran kecil pada kondisi tertentu. Namun, keuntungan tersebut tidak selalu ditemukan ketika menggunakan kawat yang lebih besar atau pada pergerakan gigi yang lebih kompleks.²
4. Berpotensi Memudahkan Pemeliharaan Kebersihan
Karena tidak menggunakan karet elastik sebagai ligature, desain self-ligating braces dapat memiliki lebih sedikit komponen tempat plak menempel.
Meta-analysis tahun 2024 menunjukkan adanya keuntungan pada beberapa indikator seperti akumulasi plak dan perdarahan saat probing dibandingkan bracket konvensional. Namun, tidak semua indikator kesehatan periodontal menunjukkan perbedaan yang signifikan.³ Kebersihan gigi selama memakai behel tetap menjadi faktor penting apa pun jenis bracket yang digunakan.
Apa Kekurangan Self Ligating Braces?
Meskipun memiliki beberapa kelebihan mekanis, self ligating braces juga mempunyai hal yang perlu dipertimbangkan.
Pertama, biaya pemasangannya umumnya lebih tinggi dibandingkan behel metal konvensional. Kedua, tidak semua kasus membutuhkan keuntungan mekanis yang ditawarkan sistem self-ligating.
Selain itu, hasil perawatan tetap sangat bergantung pada diagnosis, perencanaan perawatan, kontrol pergerakan gigi, dan kepatuhan pasien menjalani kontrol.
Self Ligating Braces vs Behel Konvensional, Mana yang Lebih Cepat?
Ini salah satu pertanyaan yang paling sering muncul. Self ligating braces belum terbukti secara konsisten dapat memperpendek keseluruhan durasi perawatan dibandingkan behel konvensional.
Systematic review yang melibatkan 20 randomized controlled trials tidak menemukan perbedaan klinis signifikan antara kedua sistem dalam berbagai parameter perawatan.⁴ Meta-analysis lain terhadap 25 RCT dan 9 penelitian split-mouth juga tidak menemukan perbedaan signifikan untuk sebagian besar parameter, termasuk total durasi perawatan.¹
Jadi, istilah “self-ligating” tidak otomatis berarti gigi akan selesai dirapikan lebih cepat.
Apakah Self Ligating Braces Lebih Tidak Sakit?
Belum tentu. Bukti ilmiah juga belum menunjukkan bahwa self ligating braces secara konsisten menghasilkan rasa sakit yang lebih rendah dibandingkan behel konvensional.
Rasa tidak nyaman setelah pemasangan atau penyesuaian behel dapat terjadi karena gigi mulai menerima gaya ortodonti. Intensitasnya dapat berbeda pada setiap orang.
Karena itu, jika pertimbangan utama Anda adalah rasa nyaman, sebaiknya diskusikan dengan dokter mengenai kondisi gigi dan pilihan layanan pemasangan behel yang sesuai.
Siapa yang Cocok Menggunakan Self Ligating Braces?
Self ligating braces dapat dipertimbangkan pada pasien yang membutuhkan perawatan ortodonti cekat, misalnya karena gigi berjejal, renggang, atau memiliki masalah gigitan tertentu.
Namun, tidak semua pasien membutuhkan jenis bracket yang sama. Anda dapat mengenali terlebih dahulu ciri gigi membutuhkan behel, kemudian menjalani pemeriksaan untuk menentukan diagnosis dan rencana perawatan.
Konsultasi Self Ligating Braces dengan Dokter Gigi di BSD

Jika Anda sedang mempertimbangkan self ligating braces, langkah pertama sebaiknya bukan memilih jenis atau merek bracket, melainkan memastikan kondisi gigi diperiksa terlebih dahulu.
Bagi Anda yang mencari dokter gigi di BSD, Tangerang Selatan untuk konsultasi ortodonti, The Smile Orthodontic & Aesthetic Dental Clinic berlokasi di Serpong dan menyediakan perawatan behel dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi pasien.
Salah satu dokter spesialis ortodonti di The Smile BSD adalah drg. Hanaria Putri Sari Effrianto, Sp.Ort, dokter gigi spesialis ortodonti lulusan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia.
Dengan pemeriksaan langsung, dokter dapat membantu menentukan apakah self ligating braces, behel konvensional, atau pilihan perawatan lainnya lebih sesuai untuk kebutuhan Anda.
Pertanyaan Seputar Self Ligating Braces
Apakah self ligating braces bagus?
Self ligating braces dapat menjadi pilihan yang baik untuk perawatan ortodonti karena menggunakan mekanisme bracket tanpa karet elastik dan dapat memberikan beberapa keuntungan mekanis. Namun, belum ada bukti kuat bahwa sistem ini selalu menghasilkan perawatan lebih cepat atau lebih baik dibandingkan behel konvensional.
Apakah self ligating braces lebih cepat?
Tidak selalu. Penelitian menunjukkan waktu untuk mengganti atau memasang kawat dapat lebih singkat, tetapi total durasi perawatan secara keseluruhan belum terbukti konsisten lebih pendek.
Berapa lama perawatan menggunakan self ligating braces?
Durasi perawatan berbeda pada setiap pasien dan dipengaruhi tingkat kompleksitas masalah gigi, respons biologis terhadap pergerakan gigi, rencana perawatan, serta kepatuhan menjalani kontrol.
Referensi
- Wagner, D., Lévy-Benichou, H., Lefebvre, F., & Bolender, Y. (2020). Are self-ligating brackets more efficient than conventional brackets? A meta-analysis of randomized controlled and split-mouth trials. Orthodontie Française, 91(4), 303–321. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/33355535/ Diakses 24 Agustus 2026.
- Ehsani, S., Mandich, M. A., El-Bialy, T. H., & Flores-Mir, C. (2009). Frictional resistance in self-ligating orthodontic brackets and conventionally ligated brackets: A systematic review. The Angle Orthodontist, 79(3), 592–601. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/19413391/ Diakses 24 Agustus 2026.
- Alarcón, M. A., et al. (2024). Effect of conventional and self-ligating brackets on periodontal health: A systematic review and meta-analysis. Journal of Clinical and Experimental Dentistry. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/ Diakses 24 Agustus 2026.
- Dehbi, H., Azaroual, M. F., Zaoui, F., Halimi, A., & Benyahia, H. (2017). Therapeutic efficacy of self-ligating brackets: A systematic review. International Orthodontics, 15(3), 297–311. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/28712791/ Diakses 24 Agustus 2026.

