Artikel ini ditinjau oleh: drg. Ariq Noorkhakim, Sp.Pros
Sakit gigi bisa datang kapan saja, termasuk saat sedang berpuasa. Kondisi ini tentu sangat mengganggu karena Anda tidak bisa makan atau minum untuk mengonsumsi obat. Di The Smile Dental Clinic, kami sering mendapati pasien yang datang dengan keluhan sakit gigi yang sudah ditahan berhari-hari selama puasa karena tidak tahu harus berbuat apa. Berikut ini kita akan mencari tahu cara menangani sakit gigi saat puasa dengan tepat dan aman.
5 Penyebab Sakit Gigi yang Sering Muncul Saat Puasa
Sakit gigi saat puasa sering kali bukan muncul tiba-tiba, melainkan dipicu oleh kondisi yang sudah ada sebelumnya dan diperparah oleh perubahan pola makan serta kondisi mulut yang lebih kering. Berikut beberapa penyebab yang umum terjadi:
1. Gigi Berlubang yang Memburuk
Karies yang sebelumnya ringan bisa menjadi lebih sensitif atau nyeri saat puasa, terutama jika sudah mendekati saraf gigi.
2. Gigi Sensitif Akibat Perubahan Suhu
Saat sahur dan berbuka, konsumsi makanan atau minuman yang sangat panas maupun dingin dapat memicu nyeri pada gigi sensitif.
3. Gigi Bungsu Tumbuh
Gigi bungsu yang sedang tumbuh dapat menyebabkan peradangan pada jaringan di sekitarnya, memicu nyeri, bengkak, bahkan sulit membuka mulut.
Baca Juga: Cara Mengatasi Bau Mulut Saat Puasa Menurut Dokter Gigi
4. Infeksi atau Abses Gigi
Infeksi pada akar gigi dapat menimbulkan nyeri berdenyut yang terasa lebih kuat saat tubuh dalam kondisi lelah atau dehidrasi.
5. Radang Gusi yang Diperparah Mulut Kering
Selama puasa, produksi air liur menurun sehingga mulut menjadi lebih kering. Kondisi ini memudahkan bakteri berkembang dan memperparah radang gusi.
Menurut Cleveland Clinic, dehidrasi ringan dapat memengaruhi aliran darah ke gusi serta meningkatkan kepekaan saraf gigi. Akibatnya, rasa sakit bisa terasa lebih intens dibandingkan hari biasa.
Baca Juga: Kenapa Gigi Tiba-Tiba Jadi Sensitif?
Penanganan Sakit Gigi Saat Puasa Tanpa Obat
Jika sakit gigi masih tergolong ringan hingga sedang, beberapa langkah berikut dapat membantu meredakan nyeri tanpa perlu minum obat:
1. Kompres Dingin pada Pipi
Tempelkan kompres dingin di bagian luar pipi yang terasa sakit selama 15–20 menit. Suhu dingin membantu mengurangi pembengkakan dan memberikan efek kebas sementara pada area yang nyeri.
2. Hindari Mengunyah di Sisi yang Sakit
Usahakan tidak menggunakan sisi gigi yang bermasalah saat makan sahur atau berbuka. Tekanan kunyahan dapat memperparah peradangan dan meningkatkan rasa nyeri.
3. Berkumur dengan Air Garam Hangat
Larutkan sedikit garam dalam segelas air hangat, lalu berkumur perlahan tanpa menelan. Air garam membantu mengurangi inflamasi serta membersihkan area sekitar gigi dari sisa makanan dan bakteri.
Baca Juga: Apakah Scaling Gigi Saat Puasa Membatalkan Puasa?
4. Oleskan Minyak Cengkeh
Gunakan cotton bud untuk mengoleskan sedikit minyak cengkeh pada gigi yang sakit. Kandungan eugenol di dalamnya memiliki sifat analgesik alami yang membantu meredakan nyeri. Penggunaan cengkeh sebagai pereda sakit gigi tradisional juga telah diakui efektivitasnya oleh World Health Organization.
Langkah-langkah ini dapat membantu meredakan keluhan sementara. Namun, jika nyeri semakin berat, berlangsung lebih dari dua hari, atau disertai bengkak dan demam, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter gigi.
Obat Sakit Gigi yang Aman Saat Puasa
Untuk mengatasi sakit gigi yang mengganggu ibadah puasa, Anda dapat mempertimbangkan penggunaan obat pereda nyeri yang dijual bebas (OTC) dengan pengaturan waktu minum saat sahur dan berbuka.
- Ibuprofen: Sering menjadi rekomendasi utama dokter gigi karena memiliki efek anti-inflamasi atau meredakan radang). Obat ini wajib dikonsumsi setelah makan saat berbuka atau sahur untuk mencegah iritasi lambung. Hindari jika Anda memiliki riwayat maag akut atau asma, kecuali atas saran dokter.
- Parasetamol: Pilihan yang relatif lebih aman bagi lambung untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang.
Selalu baca aturan pakai pada kemasan atau konsultasikan dengan dokter kami di klinik gigi The Smile Orthodontic jika Anda ragu mengenai dosis yang tepat.
Kapan Harus ke Dokter Gigi?
Segera kunjungi dokter gigi jika sakit gigi disertai pembengkakan di wajah atau gusi, demam, nyeri berdenyut yang tidak mereda dengan obat pereda nyeri, keluar nanah dari gusi, atau sakit gigi yang berlangsung lebih dari dua hari. Tanda-tanda ini bisa mengindikasikan infeksi yang memerlukan penanganan segera. Healthline menekankan bahwa infeksi gigi yang tidak ditangani bisa menyebar dan menjadi kondisi yang membahayakan jiwa.
Rekomendasi Dokter Gigi di Tangerang Selatan

Sakit gigi saat puasa bisa ditangani dengan kombinasi metode non-obat di siang hari dan obat pereda nyeri saat sahur atau berbuka. Jangan menahan sakit gigi terlalu lama dan segera konsultasikan ke dokter gigi jika keluhan tidak membaik. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter gigi di klinik gigi di BSD, Tangerang Selatan yaitu di The Smile Orthodontic.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Bolehkah minum obat sakit gigi di siang hari saat puasa?
Jika sakit gigi sangat parah dan tidak tertahankan, Islam memperbolehkan untuk tidak berpuasa demi menjaga kesehatan. Konsultasikan dengan ustaz atau dokter Anda untuk keputusan terbaik.
Bagaimana cara mencegah sakit gigi selama Ramadan?
Lakukan pemeriksaan gigi sebelum Ramadan, jaga kebersihan mulut, hindari makanan terlalu manis saat berbuka, dan minum cukup air antara berbuka dan sahur.
Apakah antibiotik untuk infeksi gigi harus diminum tiga kali sehari?
Ada beberapa jenis antibiotik yang bisa diminum dua kali sehari (setiap 12 jam) sehingga bisa disesuaikan dengan jadwal sahur dan berbuka. Konsultasikan dengan dokter gigi Anda untuk resep yang sesuai.
Referensi
- Mayo Clinic. (2023). Toothache: First aid. Diakses 10 Februari 2026 dari https://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid-toothache/basics/art-20056628
- Cleveland Clinic. (2023). Toothache. Diakses 10 Februari 2026 dari https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/10957-toothache
- Healthline. (2024). How to get rid of a toothache at night. Diakses 10 Februari 2026 dari https://www.healthline.com/health/dental-and-oral-health/home-remedies-for-toothache
- World Health Organization. (2023). Traditional medicine in oral health. Diakses 10 Februari 2026 dari https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/oral-health

