Artikel ditinjau oleh: drg. Cymilia Gityawati
Setiap kali bulan Ramadan tiba, salah satu pertanyaan yang paling sering kami terima dari pasien di The Smile Dental Clinic adalah: “Dok, boleh nggak sih sikat gigi saat puasa?” Pertanyaan ini terdengar sederhana, tetapi jawabannya sering kali membuat bingung karena beredarnya informasi yang simpang siur di masyarakat. Untuk mencari tahu jawabannya, yuk simak penjelasan di bawah ini!
Sikat Gigi Saat Puasa: Boleh atau Tidak?
Jawabannya singkat: boleh. Menyikat gigi saat berpuasa tidak membatalkan puasa selama Anda tidak menelan air, busa pasta gigi, atau zat apa pun yang masuk ke tenggorokan. Mayoritas ulama, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI), memperbolehkan sikat gigi saat puasa dengan catatan berhati-hati agar tidak ada yang tertelan.
Dari sudut pandang medis, justru melewatkan sikat gigi selama berpuasa dapat meningkatkan risiko penumpukan plak, pembentukan karang gigi, dan perkembangan bakteri penyebab bau mulut. Menurut American Dental Association (ADA), menyikat gigi minimal dua kali sehari adalah standar perawatan gigi yang tidak boleh dilewatkan dalam kondisi apa pun.
Waktu Terbaik Sikat Gigi Saat Puasa
Agar kebersihan mulut tetap terjaga selama Ramadan, dokter gigi umumnya merekomendasikan menyikat gigi pada tiga waktu utama berikut:
1. Setelah Sahur dan Sebelum Imsak
Ini adalah waktu paling penting untuk menyikat gigi. Membersihkan sisa makanan sebelum memulai puasa membantu mencegah pertumbuhan bakteri, bau mulut, serta penumpukan plak selama seharian.
2. Di Siang Hari Jika Diperlukan
Menyikat gigi di siang hari tetap diperbolehkan selama dilakukan dengan hati-hati. Gunakan pasta gigi secukupnya, sikat secara perlahan, dan tundukkan kepala agar air atau busa tidak masuk ke tenggorokan.
3. Setelah Berbuka Puasa
Waktu ini penting untuk membersihkan sisa makanan dan minuman manis yang sering dikonsumsi saat berbuka. Tunggu sekitar 20–30 menit setelah makan sebelum menyikat gigi agar email tidak terkikis saat masih dalam kondisi lebih lunak akibat asam.
Dengan memilih waktu yang tepat dan teknik yang benar, kesehatan gigi dan gusi tetap terjaga tanpa mengganggu ibadah puasa.
Baca Juga: Pentingnya Flossing Gigi untuk Kesehatan Gigi dan Mulut
5 Tips Sikat Gigi Saat Puasa
Menjaga kebersihan gigi saat puasa tetap penting agar mulut terasa segar dan terhindar dari bau tak sedap. Supaya aman dan tidak mengganggu ibadah, ikuti tips berikut:
Gunakan Pasta Gigi Secukupnya
Cukup gunakan pasta gigi seukuran biji kacang polong. Tidak perlu terlalu banyak karena jumlah pasta tidak menentukan efektivitas pembersihan.
Posisikan Kepala Sedikit Menunduk
Saat menyikat gigi, tundukkan kepala sedikit agar busa tidak mengalir ke tenggorokan dan meminimalkan risiko tertelan.
Berkumur dengan Air Secukupnya
Gunakan sedikit air saat berkumur. Keluarkan perlahan dan pastikan tidak ada air yang tertelan.
Pilih Sikat Gigi Berbulu Lembut
Gunakan sikat gigi berbulu lembut untuk mencegah iritasi pada gusi, terutama karena gusi bisa lebih sensitif saat puasa.
Fokus pada Teknik, Bukan Banyaknya Pasta
Menurut National Health Service (NHS) UK, teknik menyikat gigi yang benar jauh lebih penting daripada jumlah pasta gigi yang digunakan. Menyikat gigi selama dua menit dengan gerakan melingkar sudah cukup efektif untuk membersihkan plak dan menjaga kesehatan mulut.
Apa yang Terjadi Jika Tidak Sikat Gigi Saat Puasa?
Ketika Anda tidak menyikat gigi, bakteri di dalam mulut akan berkembang biak lebih cepat, terutama karena produksi air liur berkurang saat puasa. Hal ini dapat menyebabkan bau mulut (halitosis), peningkatan risiko gigi berlubang, radang gusi (gingivitis), dan penumpukan karang gigi. Cleveland Clinic menyebutkan bahwa mulut kering akibat dehidrasi mempercepat pertumbuhan bakteri anaerob yang menjadi penyebab utama bau mulut.
Baca Juga: Cara Membersihkan Karang Gigi dengan Benar
Rekomendasi Dokter Gigi Di Tangerang Selatan

Sikat gigi saat puasa tidak hanya diperbolehkan, tetapi sangat dianjurkan demi menjaga kesehatan rongga mulut. Kuncinya adalah berhati-hati agar tidak menelan apa pun selama proses menyikat gigi. Jika Anda memiliki kekhawatiran lebih lanjut, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter gigi kami di The Smile Orthodontic di Tangerang Selatan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah menelan busa pasta gigi saat puasa membatalkan puasa?
Jika tertelan secara tidak sengaja dalam jumlah sangat kecil, mayoritas ulama berpendapat bahwa hal tersebut tidak membatalkan puasa. Namun, sebaiknya Anda berhati-hati dan menggunakan pasta gigi secukupnya.
Bolehkah menggunakan siwak sebagai pengganti sikat gigi saat puasa?
Boleh. Siwak bahkan dianjurkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW. Siwak memiliki sifat antibakteri alami yang baik untuk kesehatan mulut.
Apakah sikat gigi tanpa pasta gigi tetap efektif?
Ya, menyikat gigi tanpa pasta gigi tetap bisa menghilangkan plak secara mekanis. Namun, pasta gigi yang mengandung fluorida memberikan perlindungan tambahan terhadap gigi berlubang.
Berapa kali idealnya sikat gigi saat puasa?
Minimal dua kali sehari, yaitu setelah sahur dan setelah berbuka puasa. Jika memungkinkan, tambahkan sekali di siang hari dengan hati-hati.
Referensi
- American Dental Association. (2024). Brushing your teeth. Diakses 10 Februari 2026 dari https://www.mouthhealthy.org/all-topics-a-z/brushing-your-teeth
- Cleveland Clinic. (2023). Bad breath (halitosis): Causes and treatment. Diakses 10 Februari 2026 dari https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17771-bad-breath-halitosis
- National Health Service. (2023). How to keep your teeth clean. Diakses 10 Februari 2026 dari https://www.nhs.uk/live-well/healthy-teeth-and-gums/how-to-keep-your-teeth-clean/
- World Health Organization. (2023). Oral health. Diakses 10 Februari 2026 dari https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/oral-health

