foto overbite pada wanita

Apa Itu Overbite? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Artikel ditinjau oleh: drg. Hanaria Putri Sari Effrianto, Sp.Ort

Overbite adalah tumpang tindih secara vertikal antara gigi depan atas dan gigi depan bawah ketika seseorang menggigit atau menutup mulut. Sedikit tumpang tindih antara kedua gigi sebenarnya dapat menjadi bagian dari hubungan gigitan normal. Namun, jika gigi depan atas menutupi gigi bawah secara berlebihan, kondisi tersebut dapat disebut deep overbite atau deep bite

Overbite yang berlebihan termasuk salah satu bentuk maloklusi atau ketidaksesuaian hubungan gigitan. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh posisi gigi, bentuk lengkung gigi, hingga hubungan antara rahang atas dan rahang bawah.

Apa Perbedaan Overbite dan Overjet?

Overbite dan overjet sering dianggap sebagai kondisi yang sama, padahal keduanya menggambarkan arah hubungan gigi yang berbeda.

Overbite mengacu pada tumpang tindih gigi secara vertikal, yaitu seberapa jauh gigi depan atas menutupi gigi depan bawah saat menggigit. Sementara itu, overjet mengacu pada jarak horizontal, yaitu seberapa jauh gigi depan atas berada di depan gigi depan bawah.

Secara sederhana:

  • Overbite: gigi atas menutupi gigi bawah dari arah atas ke bawah.
  • Overjet: gigi atas berada lebih maju dibandingkan gigi bawah.

Seseorang dapat memiliki overbite yang berlebihan tanpa overjet yang besar atau mengalami keduanya secara bersamaan. Karena itu, hubungan gigitan sebaiknya dinilai secara menyeluruh oleh dokter gigi.

Apa Penyebab Overbite Berlebihan?

Deep bite dapat muncul akibat kombinasi faktor dental dan skeletal. Penelitian menunjukkan bahwa penyebabnya dapat berbeda pada setiap pasien sehingga evaluasi tidak cukup hanya berdasarkan tampilan gigi.²

Beberapa faktor yang dapat berkontribusi antara lain:

1. Posisi Gigi Depan

Kemiringan dan posisi gigi depan atas maupun bawah dapat memengaruhi seberapa besar tumpang tindih gigi ketika menggigit.

2. Bentuk Lengkung Gigi

Lengkung gigi bawah dengan curve of Spee yang dalam dapat berkaitan dengan kondisi deep bite.²

3. Pertumbuhan Rahang

Pola pertumbuhan rahang, tinggi wajah, serta hubungan antara rahang atas dan bawah juga dapat memengaruhi kedalaman gigitan.

4. Faktor Genetik

Karakteristik bentuk wajah dan pertumbuhan rahang dapat dipengaruhi oleh faktor genetik. Faktor lingkungan dan kebiasaan tertentu juga dapat ikut berperan dalam perkembangan maloklusi.

Jika Anda merasa susunan atau hubungan gigitan terlihat tidak sejajar, kenali juga ciri gigi membutuhkan behel sebagai informasi awal sebelum pemeriksaan.

Apa Dampak Overbite yang Terlalu Dalam?

Tidak semua overbite merupakan masalah dan tidak semuanya membutuhkan perawatan. Namun, overbite yang terlalu dalam dapat menyebabkan gigi depan bawah berkontak dengan jaringan di belakang gigi atas. Pada kondisi tertentu, deep bite dapat berkaitan dengan trauma jaringan lunak, keausan permukaan gigi, serta gangguan hubungan gigitan.³

Pemeriksaan sebaiknya dipertimbangkan jika Anda mengalami:

  • gigi atas menutupi sebagian besar gigi bawah saat menggigit;
  • gigi depan mengalami keausan;
  • gusi atau jaringan mulut sering tertekan oleh gigi;
  • rasa tidak nyaman ketika menggigit; atau
  • hubungan gigitan terasa tidak normal.

Apakah Overbite Bisa Diperbaiki dengan Behel?

Banyak kasus overbite berlebihan dapat ditangani melalui perawatan ortodonti. Namun, metode yang digunakan bergantung pada penyebab, usia pasien, tingkat keparahan, serta pola hubungan gigi dan rahang.

Perawatan dapat melibatkan pemasangan behel, clear aligner, maupun teknik ortodonti tambahan untuk mengatur posisi gigi depan dan belakang.

Systematic review dan meta-analysis tahun 2025 menemukan bahwa koreksi deep bite dapat dilakukan melalui beberapa mekanisme, termasuk intrusi gigi depan maupun perubahan posisi gigi belakang. Namun, pemilihan metode tetap harus disesuaikan dengan karakteristik masing-masing pasien.⁴

Pada kondisi yang memiliki komponen skeletal lebih kompleks, dokter dapat merekomendasikan pendekatan perawatan yang berbeda.

Kapan Perlu Memeriksakan Overbite?

rekomendasi klinik gigi dokter ortodonti

Pertimbangkan konsultasi ke dokter ortodonti apabila gigi depan atas terlihat menutupi sebagian besar gigi bawah, terdapat keausan gigi, jaringan gusi sering mengalami trauma, atau posisi gigitan terasa tidak nyaman.

Bagi Anda yang mencari dokter gigi di BSD, Tangerang Selatan, The Smile Orthodontic & Aesthetic Dental Clinic berlokasi di Serpong dan menyediakan pemeriksaan serta perawatan ortodonti.

Perawatan dapat dikonsultasikan dengan drg. Hanaria Putri Sari Effrianto, Sp.Ort, dokter gigi spesialis ortodonti lulusan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia.

Melalui pemeriksaan langsung, dokter dapat menentukan apakah tumpang tindih gigi masih berada dalam hubungan gigitan yang dapat diterima atau sudah termasuk deep bite yang memerlukan perawatan.

Pertanyaan Seputar Overbite

Apakah overbite selalu merupakan masalah?

Tidak. Sedikit tumpang tindih antara gigi depan atas dan bawah dapat merupakan bagian dari hubungan gigitan normal. Kondisi menjadi perhatian apabila tumpang tindih terlalu dalam atau menyebabkan gangguan pada gigi, jaringan, maupun fungsi gigitan.

Apakah overbite sama dengan gigi tonggos?

Tidak. Istilah gigi tonggos biasanya mengacu pada gigi depan atas yang terlihat lebih maju, sedangkan overbite menggambarkan tumpang tindih vertikal antara gigi atas dan bawah.

Apakah overbite bisa diperbaiki pada orang dewasa?

Ya. Overbite pada orang dewasa dapat ditangani dengan berbagai teknik ortodonti. Pilihan metode tergantung pada apakah penyebabnya terutama berasal dari posisi gigi, struktur rahang, atau kombinasi keduanya.

Referensi

  1. Lee, W. Y., Othman, S. A., & Sivarajan, S. (2026). Anterior intrusion mechanics for adult deep bite correction: A systematic review of randomised controlled trials. BMC Oral Health. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/42420969/. Diakses 24 Agustus 2026.
  2. Bhateja, N. K., Fida, M., & Shaikh, A. (2016). Deep bite malocclusion: Exploration of the skeletal and dental factors. Journal of Ayub Medical College Abbottabad, 28(3), 449–454. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/28712211/. Diakses 24 Agustus 2026.
  3. Beddis, H. P., Durey, K., Alhilou, A., & Chan, M. F. W. Y. (2014). The restorative management of the deep overbite. British Dental Journal, 217(9), 509–515. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25377818/. Diakses 24 Agustus 2026.
  4. Rasol, O. A., Hajeer, M. Y., Alam, M. K., Jaber, S. T., Kara-Boulad, J. M., & Jaber, S. (2025). Evaluation of different methods of correcting deep bite in adult and adolescent patients: A systematic review and meta-analysis. Progress in Orthodontics, 26(1), 37. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/41091306/. Diakses 24 Agustus 2026.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *