Artikel ditinjau oleh: drg. Hanaria Putri Sari Effrianto, Sp.Ort
Cara mengatasi sakit behel sebaiknya disesuaikan dengan sumber rasa sakitnya. Gigi yang ngilu setelah kontrol, pipi yang lecet karena bracket, dan rasa menusuk akibat kawat merupakan keluhan yang berbeda sehingga penanganannya pun tidak selalu sama.
Nyeri akibat gaya ortodonti umumnya mulai muncul beberapa jam setelah pemasangan atau penyesuaian behel, mencapai puncak sekitar 24 jam, kemudian berangsur berkurang selama minggu pertama.¹ Nyeri juga cenderung lebih terasa ketika menggigit atau mengunyah.
Jadi, sebelum mencoba berbagai cara meredakannya, kenali terlebih dahulu di mana dan seperti apa rasa sakit yang Anda rasakan.
1. Gigi Ngilu Saat Menggigit? Kurangi Beban Mengunyah Sementara
Jika beberapa gigi terasa sensitif atau ngilu setelah pemasangan maupun kontrol, keluhan tersebut kemungkinan berkaitan dengan respons jaringan periodontal terhadap gaya ortodonti.
Pada fase ini, pilih makanan yang tidak membutuhkan tekanan kunyah besar seperti nasi lunak, telur, tahu, sup, atau makanan yang dipotong menjadi bagian kecil.
Ini bukan berarti gigi harus berhenti digunakan untuk mengunyah sama sekali. Tujuannya adalah mengurangi beban berlebih saat sensitivitas sedang berada pada puncaknya, terutama 24-48 jam pertama.
Jika ingin memahami mengapa keluhan ini muncul, baca juga apakah pasang behel gigi sakit.
2. Jangan Menilai Efektivitas Behel dari Seberapa Sakit Rasanya
Behel yang terasa sangat sakit bukan berarti sedang bekerja “lebih cepat”, begitu pula rasa sakit ringan bukan berarti perawatan tidak bekerja.
Dokter menilai perkembangan perawatan dari perubahan posisi gigi, hubungan gigitan, kondisi jaringan pendukung, dan target pergerakan pada setiap kontrol, bukan dari intensitas nyeri pasien.
Mengetahui hal ini penting agar Anda tidak sengaja menekan, menarik, atau memanipulasi kawat dengan harapan gigi bergerak lebih cepat.
3. Bracket Menggesek Pipi? Gunakan Orthodontic Wax pada Titik yang Tepat
Jika sakit berasal dari permukaan bracket yang bergesekan dengan pipi atau bibir, orthodontic wax dapat digunakan sebagai penghalang sementara antara bracket dan jaringan mulut.
Keringkan area bracket terlebih dahulu agar wax lebih mudah menempel, kemudian tutupi bagian yang terasa tajam.
Penelitian klinis menunjukkan bahwa perlindungan permukaan alat ortodonti dapat membantu menangani ketidaknyamanan akibat cedera mukosa selama fase awal perawatan.²
Wax tidak ditujukan untuk menghilangkan rasa ngilu di dalam gigi karena sumber nyerinya berbeda.
4. Kawat Terasa Menusuk? Jangan Sekadar Menahan Rasa Sakit
Kawat yang terasa menusuk satu titik secara terus-menerus perlu dibedakan dari rasa sensitif normal setelah kontrol.
Gunakan wax sebagai perlindungan sementara bila diperlukan, kemudian hubungi klinik jika ujung kawat tetap menusuk, bracket lepas, atau terdapat komponen behel yang berubah posisi.
Hindari memotong atau menarik kawat sendiri karena dapat mengubah konfigurasi alat yang sudah direncanakan dokter.
5. Mengunyah Ringan Bisa Membantu pada Kondisi Tertentu
Menariknya, selalu menghindari aktivitas mengunyah bukan satu-satunya pilihan.
Systematic review dan meta-analysis menunjukkan bahwa mengunyah permen karet dapat membantu mengurangi nyeri ortodonti setelah aktivasi pada sebagian pasien.³ Namun, kualitas evidence masih memiliki keterbatasan.
Karena jenis behel dan instruksi dokter dapat berbeda, jangan langsung mengunyah permen karet jika dokter Anda melarangnya. Tanyakan terlebih dahulu apakah aktivitas mengunyah ringan aman untuk alat yang digunakan.
6. Gunakan Obat Pereda Nyeri Hanya Jika Memang Dibutuhkan
Jika nyeri cukup mengganggu aktivitas, obat analgesik dapat membantu mengurangi nyeri ortodonti. Meta-analysis menunjukkan beberapa analgesik efektif menurunkan nyeri setelah pemasangan alat ortodonti.⁴
Namun, jenis obat, dosis, riwayat alergi, kondisi kesehatan, dan obat lain yang sedang dikonsumsi perlu dipertimbangkan. Karena itu, gunakan obat sesuai petunjuk dokter atau aturan penggunaan produk dan hindari menambah dosis sendiri.
7. Kenali Nyeri yang Tidak Sesuai Pola Adaptasi Normal
Nyeri akibat gaya ortodonti umumnya membaik secara bertahap. Sebaliknya, hubungi dokter jika rasa sakit justru semakin berat, hanya terpusat pada satu titik secara tajam, terdapat pembengkakan yang tidak biasa, bracket atau kawat lepas, atau luka terus berulang pada lokasi yang sama.

Bagi Anda yang menjalani atau mempertimbangkan pemasangan behel di BSD, The Smile Orthodontic & Aesthetic Dental Clinic berlokasi di BSD, Tangerang Selatan.
Perawatan ortodonti dapat dikonsultasikan dengan drg. Hanaria Putri Sari Effrianto, Sp.Ort, dokter gigi spesialis ortodonti lulusan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia.
Pertanyaan Seputar Sakit Behel
Berapa lama sakit setelah kontrol behel?
Nyeri akibat aktivasi alat biasanya meningkat dalam beberapa jam, mencapai puncak sekitar hari pertama, lalu berangsur berkurang selama beberapa hari berikutnya.¹
Kenapa behel tiba-tiba sakit padahal sudah lama dipakai?
Rasa tidak nyaman dapat muncul kembali setelah penyesuaian kawat. Namun, sakit yang muncul tiba-tiba tanpa kontrol sebelumnya juga dapat berasal dari kawat yang bergeser, bracket lepas, iritasi jaringan, atau masalah gigi lain sehingga penyebabnya perlu diperiksa.
Apakah sakit saat memakai behel itu normal?
Rasa ngilu atau sensitif sementara setelah pemasangan dan penyesuaian dapat terjadi. Namun, nyeri berat yang memburuk atau disertai pembengkakan maupun kerusakan komponen behel tidak sebaiknya dianggap sebagai rasa sakit adaptasi biasa.
Referensi
- Inauen, D. S., Papageorgiou, S. N., Eliades, T., & Züger, J. (2023). Pain profile during orthodontic levelling and alignment with fixed appliances reported in randomized trials: A systematic review with meta-analyses. Clinical Oral Investigations, 27, 1851–1868. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/36879148/ Diakses 24 Agustus 2026.
- Pasaoglu Bozkurt, A., & Buyukbasaran, E. (2024). Effects of orthodontic wax and ora-aid on pain and discomfort at the beginning of orthodontic treatment. Clinical Oral Investigations, 28(12), 636. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/39523230/ Diakses 24 Agustus 2026.
- Mando, M., Talaat, S., & Bourauel, C. (2023). The efficacy of chewing gum in the reduction of orthodontic pain at its peak intensity: A systematic review and meta-analysis. The Angle Orthodontist, 93(5), 580–590. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/37043773/ Diakses 24 Agustus 2026.
- Yang, X., et al. (2020). The efficacy of analgesics in controlling orthodontic pain: A systematic review and meta-analysis. BMC Oral Health, 20, 259. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/32948150/ Diakses 24 Agustus 2026.

