gambar gigi tonggos

5 Cara Mengatasi Gigi Tonggos Berdasarkan Sumber Masalahnya

Artikel ditinjau oleh: drg. Hanaria Putri Sari Effrianto, Sp.Ort

Cara mengatasi gigi tonggos tidak seharusnya dimulai dengan memilih behel atau aligner. Langkah pertama adalah mengetahui bagian mana yang sebenarnya membuat gigi terlihat maju, seperti posisi gigi depan, kurangnya ruang di lengkung gigi, hubungan rahang, atau kombinasi ketiganya. Perbedaan sumber masalah inilah yang menentukan jenis perawatan.

Dalam kedokteran gigi, istilah “gigi tonggos” bukan diagnosis tunggal. Pada sebagian orang, gigi depan atas terlalu condong ke depan. Pada orang lain, jarak horizontal antara gigi atas dan bawah atau overjet terlalu besar karena hubungan rahang. Karena itu, dua orang yang sama-sama merasa “tonggos” belum tentu membutuhkan terapi yang sama.

Kenapa Gigi Tonggos Perlu Diperiksa?

Gigi yang terlihat maju sering dianggap hanya masalah estetika. Padahal, overjet berlebihan juga dapat membuat gigi depan lebih terekspos terhadap benturan. Systematic review dan meta-analysis menemukan hubungan antara peningkatan overjet dan risiko trauma pada gigi, terutama pada anak dan remaja.¹

Pemeriksaan ortodonti tidak hanya melihat gigi dari depan. Dokter dapat menilai hubungan gigitan, profil wajah, ketersediaan ruang, posisi gigi, dan hubungan rahang. Pada kondisi tertentu, foto radiografi dan analisis sefalometri juga diperlukan untuk membuat rencana perawatan.

5 Cara Mengatasi Gigi Tonggos Berdasarkan Sumber Masalahnya

Berikut ini beberapa cara mengatasi gigi tonggos yang perlu dipahami:

1. Behel untuk Mengontrol Posisi dan Kemiringan Gigi

Jika masalah terutama berasal dari posisi gigi depan, behel dapat digunakan untuk mengatur kemiringan, posisi, dan hubungan antar-gigi secara bertahap. Mekanik yang digunakan dapat berbeda pada setiap kasus.

Bila Anda sedang mempertimbangkan perawatan ortodonti cekat, lihat juga layanan pemasangan behel di The Smile Orthodontic.

2. Clear Aligner untuk Kasus yang Sesuai

Clear aligner juga dapat menjadi pilihan pada kasus tertentu. Aligner bekerja melalui serangkaian tray yang dirancang untuk menghasilkan pergerakan gigi secara bertahap.

Namun, aligner bukan otomatis pilihan yang lebih baik untuk setiap gigi tonggos. Systematic review tahun 2025 menyimpulkan bahwa clear aligner dan fixed appliance sama-sama efektif pada maloklusi sederhana yang ditangani tanpa ekstraksi, sementara evidence untuk kasus lebih kompleks masih terbatas.²

Anda dapat memahami karakteristik keduanya melalui artikel perbedaan behel dan aligner.

3. Membuat Ruang Jika Gigi Tidak Punya Tempat untuk Mundur

Ini bagian yang sering terlewat. Untuk memundurkan gigi depan, dokter perlu mempertimbangkan apakah tersedia ruang yang cukup pada lengkung gigi.

Pada sebagian pasien, ruang dapat diperoleh melalui strategi ortodonti tertentu. Pada kasus lain, pencabutan premolar dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari rencana perawatan. Namun, gigi tonggos tidak otomatis berarti harus cabut gigi.

Systematic review menunjukkan bahwa retraksi gigi depan setelah ekstraksi merupakan proses biomekanik yang perlu dikontrol secara hati-hati, termasuk mempertimbangkan anchorage dan jaringan pendukung gigi.³ Keputusan ekstraksi harus berdasarkan diagnosis, bukan hanya penampilan gigi.

4. Growth Modification untuk Pasien yang Masih Tumbuh

Jika gigi tampak maju karena hubungan rahang dan pasien masih berada dalam masa pertumbuhan, dokter dapat mempertimbangkan functional appliance untuk membantu mengoreksi hubungan rahang dan gigi pada fase pertumbuhan.

Evidence menunjukkan pendekatan fungsional pada pasien skeletal Class II yang masih tumbuh dapat membantu mengurangi overjet. Namun, besarnya perubahan dan respons setiap pasien dapat berbeda.⁴ Waktu intervensi menjadi penting karena pendekatan pada anak atau remaja yang masih tumbuh tidak sama dengan orang dewasa.

5. Bedah Ortognatik untuk Masalah Skeletal yang Berat

Pada orang dewasa dengan ketidakseimbangan rahang yang berat, memindahkan posisi gigi saja mungkin tidak cukup untuk menghasilkan hubungan gigitan dan profil yang diharapkan.

Dalam kasus terpilih, perawatan ortodonti dapat dikombinasikan dengan bedah ortognatik untuk mengoreksi posisi rahang. Evidence menunjukkan pendekatan bedah-ortodonti dapat menghasilkan perubahan skeletal yang berbeda dibandingkan orthodontic camouflage pada pasien dewasa dengan skeletal Class II.⁵

Pilihan ini bukan prosedur rutin untuk semua gigi tonggos.

Apakah Gigi Tonggos Bisa Dimundurkan Tanpa Behel?

Bisa pada kasus tertentu, misalnya dengan clear aligner atau metode ortodonti lain yang sesuai. Namun, tidak ada cara rumahan yang dapat menggantikan pergerakan gigi secara terkontrol.

Mendorong gigi menggunakan jari atau mencoba “melatih” gigi agar mundur tidak memungkinkan pengaturan arah dan besar gaya secara terukur. Target perawatan ortodonti bukan sekadar membuat gigi terlihat lebih masuk, tetapi menghasilkan posisi gigi dan hubungan gigitan yang aman serta stabil.

Konsultasi Gigi Tonggos dengan Dokter Ortodonti di BSD

rekomendasi klinik gigi dokter ortodonti

Jika ingin mengetahui cara mengatasi gigi tonggos yang sesuai dengan kondisi Anda, mulailah dari konsultasi ke dokter ortodonti.

The Smile Orthodontic & Aesthetic Dental Clinic berlokasi di BSD, Tangerang Selatan dan berfokus pada perawatan ortodonti serta estetik. Pemeriksaan dapat dikonsultasikan dengan drg. Hanaria Putri Sari Effrianto, Sp.Ort, dokter gigi spesialis ortodonti lulusan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia.

Diagnosis yang tepat membantu menjawab pertanyaan yang lebih penting daripada sekadar “behel atau aligner?”: apakah sumber gigi tonggos berada pada gigi, kebutuhan ruang, rahang, atau kombinasi ketiganya?

Pertanyaan Seputar Gigi Tonggos

Apakah gigi tonggos bisa diperbaiki?

Ya. Banyak kasus gigi maju dapat dikoreksi melalui perawatan ortodonti. Metodenya bergantung pada posisi gigi, hubungan rahang, kebutuhan ruang, usia, dan kondisi jaringan pendukung.

Apakah gigi tonggos selalu harus dicabut?

Tidak. Pencabutan hanya dipertimbangkan pada kasus tertentu setelah dokter menilai kebutuhan ruang dan rencana pergerakan gigi.

Apakah orang dewasa masih bisa memperbaiki gigi tonggos?

Ya. Orang dewasa tetap dapat menjalani perawatan ortodonti selama kondisi gigi dan jaringan pendukung memungkinkan. Jika masalah terutama berasal dari struktur rahang yang berat, pilihan perawatannya dapat berbeda.

Referensi

  1. Arraj, G. P., Rossi-Fedele, G., & Doğramacı, E. J. (2019). The association of overjet size and traumatic dental injuries: A systematic review and meta-analysis. Dental Traumatology, 35(4–5), 217–232. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/31062510/ Diakses 24 Agustus 2026.
  2. Baneshi, M., O’Malley, L., El-Angbawi, A., & Thiruvenkatachari, B. (2025). Effectiveness of clear orthodontic aligners in correcting malocclusions: A systematic review and meta-analysis. Journal of Evidence-Based Dental Practice, 25(1), 102081. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/39947778/ Diakses 24 Agustus 2026.
  3. Montasser, Z. M., Scribante, A., Zampetti, P., & Montasser, M. A. (2025). En-masse maxillary anterior retraction to close the extraction space with fixed orthodontic appliances: A systematic review. International Orthodontics, 23(3), 101004. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/40184844/ Diakses 24 Agustus 2026.
  4. Ghorbani, M., Mousavi, S. A., Bardideh, E., Saeedi, P., Shahnaseri, S., Shafaee, H., & Akyalcin, S. (2025). The effectiveness of functional clear aligners for Class II correction in growing patients: A systematic review and meta-analysis. Orthodontics & Craniofacial Research, 28(4), 577–592. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/40008555/ Diakses 24 Agustus 2026.
  5. Raposo, R., Peleteiro, B., Paço, M., & Pinho, T. (2018). Orthodontic camouflage versus orthodontic-orthognathic surgical treatment in Class II malocclusion: A systematic review and meta-analysis. International Journal of Oral and Maxillofacial Surgery, 47(4), 445–455. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/28966066/ Diakses 24 Agustus 2026.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *