Tanda impaksi gigi bungsu perlu ditangani, mulai dari nyeri berulang, gusi bengkak, kerusakan gigi sekitar, hingga munculnya kista.

5 Ciri Impaksi Gigi Bungsu yang Perlu Segera Ditangani

Artikel ditinjau oleh: drg. Raedi Mahardika, Sp.B.M.M.

Impaksi gigi bungsu terjadi ketika gigi geraham ketiga tidak dapat tumbuh atau keluar dengan sempurna, misalnya karena ruang pada rahang tidak mencukupi atau posisi gigi terhalang gigi lain. Kondisi ini tidak selalu harus langsung ditangani dengan pencabutan. Namun, jika sudah menimbulkan nyeri, pembengkakan, infeksi, kerusakan pada gigi di sebelahnya, atau kelainan seperti kista, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk menentukan penanganannya.

Lalu, kapan gigi bungsu harus dicabut? Menurut drg. Raedi Mahardika, Sp.B.M.M, Spesialis Bedah Mulut & Maksilofasial TheSmile Orthodontic & Aesthetic Dental Clinic, terdapat beberapa tanda yang sebaiknya tidak diabaikan.

1. Nyeri di Area Gigi Bungsu Terjadi Berulang

Salah satu ciri gigi bungsu bermasalah yang paling mudah dikenali adalah nyeri yang muncul berulang di bagian belakang rahang.

Rasa sakit dapat muncul ketika jaringan gusi di sekitar gigi mengalami peradangan atau ketika posisi gigi bungsu memberikan tekanan pada jaringan di sekitarnya. Nyeri yang sempat menghilang kemudian muncul kembali bukan berarti masalahnya sudah selesai.

Jika kondisi tersebut berulang, pemeriksaan klinis dan foto rontgen dapat membantu dokter mengetahui posisi gigi bungsu dan penyebab keluhannya.

Baca juga: Apakah Operasi Gigi Bungsu Sakit?

2. Gigi Bungsu Hanya Tumbuh Sebagian

Gigi bungsu yang hanya muncul sebagian di atas permukaan gusi dapat menunjukkan bahwa gigi tersebut tidak memiliki cukup ruang untuk tumbuh secara normal.

Sebagian gigi bahkan dapat tetap berada di dalam tulang rahang dan baru diketahui melalui foto rontgen panoramik.

Posisi yang tumbuh sebagian juga dapat menciptakan area yang lebih sulit dibersihkan. Sisa makanan dan bakteri dapat terperangkap di sekitar gusi sehingga meningkatkan risiko peradangan, infeksi, dan kerusakan gigi.

3. Gusi Bengkak dan Tidak Nyaman Saat Makan

Perhatikan jika gusi di sekitar gigi bungsu sering membengkak, terasa sakit, atau membuat Anda tidak nyaman ketika mengunyah maupun membuka mulut.

Pada gigi bungsu yang tumbuh sebagian, jaringan gusi di sekitarnya dapat mengalami peradangan yang disebut perikoronitis. Selain rasa sakit dan pembengkakan, kondisi ini dapat membuat area belakang mulut menjadi lebih sulit dibersihkan.

Keluhan yang terjadi berulang perlu diperiksa karena dokter perlu menentukan apakah peradangan masih dapat ditangani secara konservatif atau berkaitan dengan posisi gigi bungsu yang membutuhkan tindakan lebih lanjut.

Baca juga: Pantangan Setelah Operasi Gigi Bungsu

4. Gigi Geraham di Sebelahnya Mulai Rusak

Masalah impaksi gigi bungsu tidak hanya terjadi pada gigi bungsu itu sendiri.

Posisi gigi yang miring atau terlalu dekat dengan geraham kedua dapat membuat area di antara kedua gigi sulit dibersihkan. Akibatnya, gigi di sebelahnya dapat mengalami karies, gangguan jaringan periodontal, atau kerusakan lain.

American Association of Oral and Maxillofacial Surgeons juga memasukkan kerusakan pada gigi di sebelah gigi bungsu sebagai salah satu komplikasi yang dapat terjadi pada impaksi.

5. Terbentuk Kista di Sekitar Gigi Bungsu

Tanda lain yang membutuhkan perhatian adalah ditemukannya kista di sekitar gigi bungsu impaksi.

Salah satunya adalah dentigerous cyst atau kista dentigerous, yaitu kista yang dapat berkembang di sekitar mahkota gigi yang belum tumbuh. Kondisi seperti ini biasanya diketahui melalui pemeriksaan radiografi dan tidak selalu menimbulkan keluhan sejak awal.

Penelitian juga menunjukkan adanya hubungan antara gigi geraham ketiga yang impaksi dengan beberapa jenis kista odontogenik, termasuk kista dentigerous.

Apakah Semua Impaksi Gigi Bungsu Harus Dicabut?

Tidak.

Gigi bungsu yang sehat, berada dalam posisi baik, dapat dibersihkan, serta tidak menimbulkan penyakit atau kerusakan pada jaringan di sekitarnya dapat dipantau secara berkala sesuai rekomendasi dokter gigi.

Sebaliknya, pencabutan dapat dipertimbangkan ketika ditemukan infeksi berulang, penyakit gusi, kerusakan gigi yang tidak dapat diperbaiki, kerusakan gigi sebelah, kista, atau kondisi patologis lainnya.

Karena itu, keputusan pencabutan sebaiknya tidak hanya berdasarkan rasa sakit. Pemeriksaan langsung dan foto rontgen dibutuhkan untuk mengetahui posisi serta kondisi gigi secara menyeluruh.

Periksa Impaksi Gigi Bungsu di theSmile Orthodontic & Aesthetic Dental Clinic

rekomendasi klinik gigi dokter ortodonti

Jika Anda mengalami salah satu tanda di atas, Anda dapat melakukan pemeriksaan di TheSmile Orthodontic & Aesthetic Dental Clinic.

TheSmile memiliki dokter gigi spesialis, termasuk Spesialis Ortodonti serta Spesialis Bedah Mulut & Maksilofasial, sehingga kondisi gigi bungsu dapat dievaluasi sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing pasien.

Konsultasi dengan dokter spesialis bedah mulut penting terutama ketika gigi bungsu tumbuh miring, hanya tumbuh sebagian, menimbulkan keluhan berulang, atau berdasarkan foto rontgen terlihat berisiko terhadap struktur di sekitarnya.

Kunjungi https://thesmileorthodontic.com/ untuk mengetahui layanan theSmile dan melakukan konsultasi.

Referensi

American Association of Oral and Maxillofacial Surgeons. (n.d.). Wisdom tooth management.
https://aaoms.org/wp-content/uploads/2024/05/wisdom_teeth_management.pdf

Mello, F. W., Melo, G., Kammer, P. V., Speight, P. M., & Rivero, E. R. C. (2019). Prevalence of odontogenic cysts and tumors associated with impacted third molars: A systematic review and meta-analysis. Journal of Cranio-Maxillofacial Surgery, 47(6), 996–1002.
https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/31005378/

National Health Service. (n.d.). Wisdom tooth removal.
https://www.nhs.uk/tests-and-treatments/wisdom-tooth-removal/

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *